Sunday, June 14, 2026
home_banner_first
BUDAYA

Panggung JKK Angkat Isu Lingkungan Lewat Penampilan Karya Seni di Taman Budaya Medan

Mistar.idSabtu, 25 April 2026 16.47
journalist-avatar-top
SH
panggung_jkk_angkat_isu_lingkungan_lewat_penampilan_karya_seni_di_taman_budaya_medan_

Penampilan para seniman di Panggung JKK di Taman Budaya Medan. (foto: Dokumentasi RKI/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Isu lingkungan tidak lagi hanya menjadi wacana, tetapi dapat diolah menjadi karya yang hidup dan menarik lewat Panggung JKK (Jangan Kasih Kendor) yang diinisiasi Rumah Karya Indonesia (RKI).

Ketua Rumah Karya Indonesia, Ojax Manalu, mengatakan ruang ekspresi yang digelar sejak 24 hingga 26 April di Taman Budaya Medan ini akan menghadirkan seni sebagai medium untuk menyuarakan keresahan atas kondisi alam sekaligus mengajak publik terlibat secara sadar.

“Mengusung gagasan besar tentang alam, lingkungan, dan pangan lokal, Panggung JKK menempatkan ekologi sebagai inti, ruh dari setiap karya yang ditampilkan,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan diawali dengan eksplorasi musik yang menekankan kekuatan tradisi dalam balutan pendekatan kontemporer. Penampilan Ando Sipayung menjadi pembuka, dilanjutkan kolaborasi Harungguan Etnik bersama Zuventus Purba, serta penampilan Benny Tambak.

Filsafatian kemudian menutup panggung dengan nuansa reflektif yang menyoroti relasi manusia dengan alam dan lingkungan. Tak hanya pertunjukan, kata Ojax, Panggung JKK juga menghadirkan berbagai ruang interaksi seperti lomba tingkat pelajar dan bazar UMKM.

“Upaya ini dilakukan agar pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan dan menguatkan pangan lokal dapat menjangkau berbagai generasi,” tuturnya.

Ojax menegaskan panggung ini menjadi bukti konsistensi dalam mengawal isu lingkungan. Ia menyebut melalui Panggung JKK, ide tentang alam tidak hanya dipresentasikan dalam bentuk seni, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi lokal.

Menurutnya, budaya tradisi menyimpan kearifan dalam menjaga alam yang perlu terus digaungkan agar tetap relevan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi titik temu tradisi dan modernitas, yang mengembangkan seni, edukasi dan penguatan UMKM lokal lewat tema yang dibawakan.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN