Thursday, October 1, 2026
home_banner_first
ADVERTORIAL

Jaring Antusiasme Menuju TEI 2026, Buyer dari 113 Negara dan 1.500 Ekshibitor Siap Berpartisipasi

Mistar.idKamis, 1 Oktober 2026 pukul 18.41 WIB
jaring_antusiasme_menuju_tei_2026_buyer_dari_113_negara_dan_1500_ekshibitor_siap_berpartisipasi

Konferensi Pers Technical Meeting TEI ke-41 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (30/9/2026). (Foto: Istimewa)

news_banner

Tangerang, MISTAR.ID - Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 tahun 2026 telah menjaring antusiasme tinggi dari buyer internasional dan pelaku usaha lokal. Hingga 29 September 2026, buyer dari 113 negara telah mendaftar untuk hadir dalam TEI 2026. Sementara itu, sebanyak 1.533 pelaku usaha Indonesia, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), telah mendaftar sebagai ekshibitor per 25 September 2026.

TEI 2026 akan digelar pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, mengatakan Kemendag menggelar TEI 2026 sebagai momentum strategis untuk mempertemukan produk dan pelaku usaha Indonesia dengan pasar global.

“Banyaknya negara asal buyer dan ekshibitor yang mendaftar jelang TEI 2026 menunjukkan tingginya minat pelaku usaha mancanegara dan lokal untuk bertemu di platform business-to-business (B-to-B). Kami harap, TEI 2026 semakin membuka peluang pelaku usaha Indonesia untuk masuk ke pasar global, membuka pasar baru, dan memperluas jejaring bisnis,” ujar Puntodewi seusai Konferensi Pers Technical Meeting TEI ke-41 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (30/9/2026).

Puntodewi mencatat, buyer asing terbanyak berasal dari India, diikuti Tiongkok, Nigeria, Malaysia, dan Mesir. Tingginya partisipasi buyer tersebut tidak terlepas dari dukungan aktif Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), serta perwakilan perdagangan (perwadag) RI dalam memperluas jejaring dan menjaring buyer potensial dari berbagai negara.

Sementara itu, para ekshibitor lokal tersebar dalam lima zona produk. Pada Zona Food, Beverage, and Agriculture Products terdapat 754 ekshibitor, Fashion and Handicraft sebanyak 448 ekshibitor, serta Manufactured Products and Services sebanyak 183 ekshibitor. Selanjutnya, Zona Furniture and Home Decor terdapat 85 ekshibitor dan Industrial Estate sebanyak 63 ekshibitor.

“Komposisi ekshibitor menunjukkan keberagaman produk dan jasa yang Indonesia tawarkan kepada para buyer. Melalui pengelompokan zona tersebut, kami ingin memastikan buyer internasional lebih mudah menemukan produk sesuai kebutuhan mereka. Dengan begitu, pembahasan bisnis dengan ekshibitor lokal bisa lebih terarah,” kata Puntodewi.

Mengusung tema “The Ultimate Hub for Global Sourcing”, TEI 2026 menempati area pameran seluas 16.656 meter persegi. Penyelenggaraan TEI 2026 menargetkan potensi transaksi sebesar 17,5 miliar dolar AS dengan sekitar 1.500 ekshibitor dan 30.000 pengunjung. TEI 2026 juga diarahkan untuk membuka peluang investasi dan kerja sama bisnis.

Puntodewi menjelaskan, untuk mencapai target tersebut, Kemendag telah menggelar berbagai kegiatan prapenyelenggaraan sejak Maret 2026. Kegiatan tersebut mencakup perekrutan dan kurasi ekshibitor, penjaringan buyer, penyampaian daftar ekshibitor kepada perwadag RI di luar negeri, penjajakan bisnis (business matching), hingga CEO Gathering.

“Hingga 21 September 2026, terlaksana 17 sesi presentasi bisnis (pitching) dan persiapan business matching yang melibatkan 17 perwakilan RI dan perwakilan perdagangan RI di luar negeri. Kegiatan ini terdiri atas 12 sesi pada Agustus 2026 dan lima sesi pada September 2026,” kata Puntodewi.

Saat penyelenggaraannya nanti, TEI 2026 akan menghadirkan pameran produk ekspor Indonesia, konsultasi bisnis (business counseling), business matching, forum bisnis, penandatanganan nota kesepahaman, kesepakatan dagang, komitmen investasi, serta Media Award.

TEI 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan negara mitra. Kemendag akan memfasilitasi kunjungan menteri dari negara-negara mitra. Selain itu, terdapat permintaan undangan dari Zimbabwe, Rusia, Uzbekistan, Inggris, dan Serbia.

Pembiayaan TEI tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), namun penerimaannya berasal dari retribusi kepesertaan dan sponsor yang dikelola Professional Event Organizer (PEO). Kurasi peserta dilakukan oleh PEO untuk memastikan pelaku usaha yang berpartisipasi memiliki kesiapan dan kapasitas untuk memasuki pasar internasional, baik dari sisi produksi, manajemen, maupun kemampuan ekspor.

Halaman:


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN