21.3 C
New York
Saturday, July 20, 2024

Pidsus Kejari Simalungun Periksa Proyek-proyek PL Pemkab, Rekanan: Kami Ditanya Ada Tidaknya KW

Simalungun, MISTAR.ID
Sejumlah proyek penunjukan langsung (PL) tahun anggaran 2022 dari berbagai dinas jajaran Pemkab Simalungun sedang dalam pemeriksaan di ruang penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun.

Pantauan MISTAR.ID, dalam sepekan ini, ada beberapa rekanan yang menangani proyek PL atau proyek yang nilainya di bawah Rp200 juta terlihat keluar masuk dari kantor Kejari Simalungun.

Beberapa rekanan yang ditemui MISTAR.ID, Rabu (15/3/23), di antaranya Parulian Panjaitan dan temannya BP, membenarkan bahwa mereka baru dimintai keterangan di ruang Pidsus Kejari Simalungun.

Parulian Panjaitan yang mengaku sebagai pelaksans pekerjaan proyek PL atau proyek tanpa tender dari Dinas Penataan Ruang dan Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) itu, mengatakan dia datang ke ruang Pidsus Kejari Simalungun untuk memenuhi surat panggilan jaksa tertanggal 15 Maret 2023.

Baca Juga:Proyek Rehab Irigasi Dairi Berbiaya 176 Juta Disinyalir Mubajir

“Saya juga heran, katanya ada laporan masyarakat. Bukan aku saja, banyak kami rekanan yang menangani proyek PL dipanggil. Kebanyakan dari Dinas Pertanian dan PSDA,” katanya.

Dia juga mempertanyakan jaksa, apa dasar pemanggilan mereka. Apakah karena ada temuan atau rekomendasi dari inspektorat atau BPK.

“Tapi jaksa hanya bilang, ada laporan masyarakat. Nggak tahu masyarakat yang mana,” kata Panjaitan.

“Yang ditanya kepada saya, ada atau tidak memberikan KW? Saya jawab, nggak tahu apa itu KW, yang saya tahu KW itu adalah barang palsu,” ujarnya sambil tertawa menanggapi MISTAR.ID usai keluar dari ruang penyidik kejaksaan.

Demikian juga dengan BP yang mengerjakan proyek PL di Dinas Pertanian. Rekanan yang satu ini juga mengaku ditanyai jaksa tentang ada tidaknya KW.

Baca Juga:Diduga Ada Penggelembungan Proyek Lampu Jembatan, DPC Himapsi Lapor Polisi

“Saya juga ditanya ada atau tidak memberikan KW kepada pihak dinas. Kubilang nggak ada,” ujar BP.

Kalaupun ada yang memberi, lanjut dia, itu karena suka sama suka, atau ikhlas dan tidak ada yang dirugikan.

Sementara, mantan Kepala Dinas Pertanian Pemkab Simalungun Ruslan Sitepu yang dihubungi MISTAR.ID melalui sambungan telepon, Rabu (15/3/23) membenarkan, ada sejumlah rekanan yang mengerjakan proyek PL TA 2022 di dinas pertanian dipanggil jaksa.

“Iya benar. Kalau ada pengaduan masyarakat kan tetap diperiksa,” katanya.

Baca Juga:Kejari Siantar Belum Limpahkan Berkas Tiga Tersangka Korupsi Proyek Outer Ring Road

Dia juga mengatakan, sejauh ini tidak ada temuan mengenai pekerjaan proyek-proyek PL di dinas yang dipimpinnya pada tahun 2022 itu.

Menanggapi berapa paket PL di dinas pertanian, jumlahnya kata dia 100 paket lebih.

“PL lebih 100 paket di dinas pertanian. Jadi nggak ada masalah itu,” sebutnya.

Menanggapi yang ditanyai jaksa antara lain ada tidaknya pemberian KW atau kewajiban dari rekanan kepada pejabat dinas. Hal itu ditepisnya.

“Nggak ada itu,” jawabnya singkat.

Demikian juga Kadis PSDA Simalungun Jamahaen Purba, membenarkan ada sejumlah rekanan yang mengerjakan proyek-proyek PL TA 2022 di dinas semasa dipimpinnya tersebut.

Baca Juga:Forum Kontraktor Dukung Proyek Tanpa KW di Dinas PUTR Siantar, Junaedi: Actionnya yang Penting

Hanya saja menanggapi tentang KW yang ditanya wartawan seperti ditanyakan jaksa kepada rekanan tersebut, Jamahaen malah balik bertanya kepada MISTAR.ID.

“Iya, ada saldo di rekening nggak,” jawabnya.

Kembali ditanya MISTAR.ID, “Saldo apa maksudnya bang?” jawabnya lagi “Maksudnya ada uang di rekening nggak,?” ujarnya.

Kembali ditanya, rekening siapa? Jawabnya “Kalau di rekening pribadi ada nggak?” ujar Jamahaen menanggapi konfirmasi MISTAR.ID soal KW tersebut.

Baca Juga:Dinas PUTR Siantar Pastikan 18 Proyek Bencana Tanpa SK Tak Ditampung di APBD

Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Simalungun Kenan Lubis yang dihubungi via telepon mengatakan, dirinya sedang cuti.

“Tanyakan saja nanti anggota saya ya,” ujarnya.

Kasi Pidsus Asor Siagian yang dihubungi melalui telepon menanyakan perihal sejumlah rekanan yang diperiksa Pidsus mengatakan, “Nanti kami cek dulu ya bang,” jawabnya singkat via WhatsApp (WA).(maris/hm10)

Related Articles

Latest Articles