26.4 C
New York
Sunday, July 21, 2024

Kecelakaan Beruntun Tewaskan 6 Orang, Sopir Ungkap Kronologisnya

Simalungun, MISTAR.ID

Kecelakaan beruntun yang terjadi di Jalan Siantar-Saribudolok, Kelurahan Merek Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun pada Rabu (24/1/24) sebabkan 6 orang meninggal dunia dan 5 lainnya luka-luka. Kejadian itu melibatkan 6 mobil dan 8 sepeda motor.

Truk Fuso bermuatan galon air mineral menjadi penyebab utama peristiwa naas ini. Sopir, Dedi Tampubolon kini ditahan di Satlantas Polres Simalungun.

Ketika ditemui di kantor Satlantas Polres Simalungun, Kamis (25/1/24), Dedi menceritakan kronologis masalah truk yang dikemudikannya. Ia mengaku truk itu bermuatan 995 galon air mineral dengan berat tonase 20 ton, melaju dari arah Raya menuju Kota Pematang Siantar.

Baca juga: Kecelakaan Beruntun di Merek Raya Renggut 6 Nyawa

Mendapati Kelurahan Merek Raya, Kabupaten Simalungun kondisi jalan tanjakan, setelah itu kata Dedi dia menginjak rem dengan niat menghentikan truk yang dikemudikannya. Namun ternyata rem tersebut tidak berfungsi.

Kemudian, kata Dedi, ia melaju mengikuti jalan tikungan dan selanjutnya turunan. Saat itu Dedi berusaha menurunkan persneling dari roda gigi 5 ke 3. Niatnya untuk menghentikan laju kendaraan.

“Saya usahakan turun ke gigi 3 biar kondisi mobil ini berhenti rupanya gak berhenti karena posisi turunan,” kata warga Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara, Pematangsiantar itu.

Truk itu pun langsung menghantam kendaraan yang berada di sebelah kirinya. “Di situ saya sudah gugup, panik,” lanjutnya.

Baca juga: Kecelakaan Beruntun, Saksi: Sopir Truk Berupaya Berhenti Sebelum Menabrak

Sewaktu itu Dedi mengaku sudah tidak mengetahui lagi peristiwa yang terjadi. Sebab truk yang dikemudikannya sudah tak terkendali lagi dan terbalik menimpa satu mini bus yang ditumpangi rombongan guru SMK Negeri 1 Siantar.

Truk terbalik menimpa truk, tubuh Dedi terjebak di dalam kabin. Ia pun meminta pertolongan kepada warga agar tubuhnya bisa keluar dari kursi supir.

Selanjutnya Dedi diamankan warga sebelum diserahkan ke petugas kepolisian.

Dedi pun mengaku menyesali peristiwa yang terjadi. Ia meminta maaf kepada seluruh keluarga korban meninggal dunia dan luka-luka. Kejadian itu, kata Dedi diluar keinginannya.

“Ini bukan keinginan saya, saya pun tidak mau ini terjadi. Apapun proses (hukumnya) saya terima,” ucapnya lirih. (gideon/hm17)

Related Articles

Latest Articles