Wujudkan Zero Halinar, Kalapas Binjai Rutin Sidak Blok Hunian Warga Binaan

Kalapas Kelas IIA Binjai, Mochamad Mukaffi, saat melakukan sidak di blok hunian Lapas Kelas IIA Binjai.(Foto:Lapas Binjai/Mistar)
Binjai, MISTAR.ID (1/9/2026) – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Binjai, Mochamad Mukaffi, rutin melakukan sidak ke sejumlah blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pengawasan serta membangun komunikasi yang lebih dekat dengan warga binaan.
Dalam sidaknya pada Selasa (1/9/2026) pagi, Mukaffi mengajak seluruh warga binaan untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan di lingkungan lapas.
"Saya mengajak warga binaan bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, dan kenyamanan di lingkungan Lapas," ucap Mukaffi.
Selain melakukan pengawasan, Kalapas juga memanfaatkan momen tersebut untuk mendengarkan masukan dan aspirasi warga binaan. Baik terkait kondisi blok hunian, pelaksanaan pembinaan, maupun kehidupan sehari-hari di dalam lapas.
Mukaffi menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Lapas Binjai yang Zero HALINAR, yaitu bebas dari Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba.
"Kita ingin mewujudkan Lapas Binjai yang Zero HALINAR, yakni bebas dari Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba," katanya.
Menurutnya, upaya mewujudkan Zero Halinar bukan hanya tanggung jawab petugas pemasyarakatan.
Hal ini juga membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen di lingkungan lapas, termasuk warga binaan.
Ajakan tersebut disambut baik oleh warga binaan. Mereka menyatakan dukungan terhadap komitmen tersebut.
Dukungan ini dinilai menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan lapas yang aman, tertib, bersih, dan kondusif.
Dalam kesempatan itu, Kalapas juga membuka ruang komunikasi bagi warga binaan untuk menyampaikan saran yang bersifat membangun.
Berbagai masukan dari warga binaan telah diterima. Ke depan, masukan tersebut akan dievaluasi dan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan dan kewenangan yang berlaku.
"Komunikasi dua arah antara petugas dan warga binaan menjadi bagian penting dalam melakukan evaluasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan," pungkas Mukaffi.(Bayu/hm02)























