Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SUMUT

Wakil Bupati Taput Tekankan Disiplin dan Responsivitas ASN dalam Pelayanan Publik

Mistar.idSenin, 19 Januari 2026 pukul 10.47 WIB
wakil_bupati_taput_tekankan_disiplin_dan_responsivitas_asn_dalam_pelayanan_publik

Wakil Bupati Taput Deni Lumbantoruan saat Apel Hari Kesadaran Nasional di Kantor Bupati Tapanuli Utara, Senin (19/1/2026). (Foto: Istimewa)

news_banner

Taput, MISTAR.ID

Wakil Bupati Tapanuli Utara (Taput), Deni Lumbantoruan menekankan pentingnya penguatan disiplin, keteladanan, dan responsivitas aparatur sipil negara (ASN) dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan saat Apel Hari Kesadaran Nasional di Kantor Bupati Taput, Senin (19/1/2026), dalam arahan Bupati Taput yang dibacakan oleh Wakil Bupati.

"Secara umum ASN telah berupaya menaati ketentuan yang berlaku. Namun, masih ditemukan sejumlah kesalahan administrasi, khususnya terkait kedisiplinan kehadiran. Oleh karena itu, seluruh ASN diminta bertanggung jawab dalam memenuhi kewajiban presensi sesuai jam kerja, yakni pukul 07.45 hingga 16.15 WIB," katanya.

Ia menegaskan bahwa setiap ketidakhadiran harus memiliki alasan yang jelas dan dilaporkan melalui sistem yang tersedia. Apabila terjadi kendala sistem, laporan dapat disampaikan secara manual atau offline.

Selain disiplin kehadiran, Wakil Bupati juga menekankan pentingnya keandalan ASN dalam menjalankan tugas sesuai uraian jabatan serta menjaga kesinambungan kinerja yang berorientasi pada hasil.

"ASN diingatkan untuk mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi sebagai wujud tanggung jawab sebagai abdi negara dan abdi masyarakat," tuturnya.

Menurutnya, respons cepat terhadap keluhan masyarakat menjadi indikator kehadiran pemerintah, baik dalam bidang kesehatan, pelayanan air minum, administrasi kependudukan, sosial, maupun sektor lainnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarperangkat daerah tanpa ego sektoral. Seluruh perangkat daerah diminta bersikap proaktif dan tidak saling melempar tanggung jawab. Jika terdapat kendala koordinasi, agar segera dilaporkan kepada asisten terkait.

Wakil Bupati juga menegaskan kesadaran disiplin harus dibangun secara top-down melalui keteladanan pimpinan. Ia menargetkan, sebelum satu tahun masa kepemimpinan Bupati, tingkat ketidakhadiran ASN lebih dari tiga hari dalam sebulan dapat ditekan hingga di bawah dua persen. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN