UNA Sembelih Tujuh Sapi Kurban, Dibagikan ke Desa Minoritas Muslim

Suasana penyembelihan kurban di Universitas Asahan. (Foto: Istimewa/Mistar)
Asahan, MISTAR.ID
Universitas Asahan (UNA) menyembelih tujuh ekor sapi kurban yang digelar di lingkungan kampus pada Kamis (27/5/2026).
Berbeda dengan pelaksanaan tahun sebelumnya. Tahun ini pendistribusian disalurkan ke Desa Gajah, Kabupaten Batu Bara, sebuah daerah dengan minoritas masyarakat muslim.
Langkah ini dinilai mencerminkan nilai toleransi dan kepedulian sosial yang kuat, sekaligus memperluas makna Iduladha sebagai momentum berbagi tanpa batas keyakinan.
Ketua Panitia Kurban UNA, Lokot Ridwan Batubara, menjelaskan keputusan menyalurkan bantuan ke Desa Gajah didasarkan pada hasil pengamatan di lapangan.
“Kami ingin kurban ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan. Di Desa Gajah kami menemukan bahwa ada warga muslim yang selama ini belum pernah menerima daging kurban. Ini menjadi alasan utama kami menyalurkan ke sana, sekaligus membawa pesan kebersamaan lintas iman,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).
Sementara itu, Ketua Yayasan Universitas Asahan, Mapilindo, menyampaikan tradisi kurban di lingkungan kampus telah berjalan lebih dari satu dekade dan terus menunjukkan peningkatan partisipasi.
“Tahun ini ada sekitar 49 peserta dari civitas akademika yang ikut berkurban. Ini menunjukkan semangat kebersamaan yang semakin kuat. Kegiatan ini tidak hanya untuk ibadah, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga kampus,” ucapnya.
Ia juga menegaskan seluruh kegiatan ini dilakukan secara swadaya tanpa menggunakan dana institusi, melainkan dari partisipasi pribadi para peserta sebagai bentuk keikhlasan berbagi.
Dari sisi akademik, Rektor UNA Universitas Asahan Assoc. Prof. Dr. Mangaraja Manurung memberikan apresiasi atas konsistensi tradisi tersebut. Ia menilai kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun karakter sivitas akademika.
“Kampus bukan hanya tempat belajar ilmu, tetapi juga tempat membentuk kepedulian dan nilai kemanusiaan. Kegiatan seperti ini harus terus dijaga,” ujarnya. (hm20)



















