17.6 C
New York
Friday, May 17, 2024

Bupati Poltak Sitorus: IPM Kabupaten Toba Naik, Angka Kemiskinan Turun

Toba, MISTAR.ID

Bupati Poltak Sitorus menyampaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Toba naik dari 77,58 pada tahun 2022 menjadi 77,83 pada tahun 2023. Sedangkan angka kemiskinan turun dari 8,89 pada tahun 2022 menjadi 8,04 di tahun 2023.

Hal itu diutarakan Poltak Sitorus saat menyampaikan Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2023 pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Toba, Selasa (16/4/24).

“Angka pengangguran juga mengalami penurunan dari tahun 2022 sebesar 1,39 menjadi 1,30 pada tahun 2023. Sementara di sektor ekonomi, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Toba juga mengalami kenaikan dari tahun 2022 sebesar 4,24 naik pada tahun 2023 menjadi 4,93,” katanya.

Baca juga: Ops Ketupat Toba 2024, Petugas Pospam Bantu Pengendara Mogok di Jorlang Hataran

Capaian lain yang disampaikan Bupati Poltak Sitorus adalah pendapatan per kapita Kabupaten Toba meningkat dari 6,7 % pada tahun 2022 menjadi 6,51 % pada tahun 2023. Sedangkan Gini Ratio menurun dari 0,305 pada tahun 2022 menjadi 0,295 pada tahun 2023.

Selain capaian kerja makro pada LKPJ tersebut, Poltak Sitorus juga menyampaikan kebijakan umum pengelolaan keuangan daerah.

Dalam laporan tersebut, Poltak Sitorus mengatakan bahwa Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2022 dari target Rp 1,168 Triliun dapat direalisasikan sebesar Rp1,145 triliun.

Dana tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp90,5 miliar, Pendapatan Transfer sebesar Rp1,064 triliun, serta Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah sebesar Rp8,6 miliar.

Baca juga: Pengunjung Air Mancur Menari Waterfront City Tembus 42.768 Orang Selama Libur Lebaran

Pengelolaan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2023 dianggarkan sebesar Rp1,248 triliun dan direalisasikan Rp 1,154 triliun.

“Adapun alokasi digunakan untuk belanja operasi sebesar Rp 800 miliar dan terealisasi sebesar Rp 721 miliar. Belanja modal dialokasikan sebesar Rp 191 miliar dan terealisasi sebesar Rp 176 miliar, belanja tidak terduga dialokasikan sebesar Rp 483 juta dan terealisasi Rp 260 juta. Untuk belanja transfer dialokasikan sebesar Rp 256,68 miliar dan terealisasi Rp 256,66 miliar,” jelasnya. (Hotman/hm22)

Related Articles

Latest Articles