Pusat Studi Geopark Indonesia Ajak Masyarakat Tanam Pohon untuk Selamatkan Danau Toba

Ketua Pusat Studi Geopark Indonesia (PSGI), Wilmar Eliaser Simandjorang, saat menanam pohon bersama cucunya. (Foto: Pangihutan/Mistar)
Samosir, MISTAR.ID
Ketua Pusat Studi Geopark Indonesia (PSGI), Wilmar Eliaser Simandjorang, mengajak seluruh kalangan untuk bersama-sama menyelamatkan Danau Toba melalui aksi nyata penanaman pohon.
Ajakan tersebut disampaikan sebagai respons atas bencana yang melanda Sumatera Utara dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut Wilmar, bencana tersebut tidak dapat dipahami semata-mata sebagai peristiwa alam. Ia menilai kondisi itu merupakan cerminan krisis mendalam, antra manusia dengan lingkungan. Krisis tersebut, kata dia, terutama terjadi di kawasan Danau Toba.
“Saya mengajak seluruh pihak untuk berhenti memperlakukan alam sebagai objek keserakahan dan mulai menghormatinya sebagai sesama ciptaan,” ujar Wilmar, Jumat (19/12/2025).
Wilmar menyebutkan, kerusakan ekologis yang terus terjadi merupakan bentuk kegagalan moral dan spiritual. Hal itu disebabkan manusia telah melupakan perannya sebagai penatalayan ciptaan.
Karena itu, ia menegaskan keprihatinan dan empati saja tidaklah cukup. Menurutnya, kondisi tersebut harus diikuti dengan pertobatan ekologis yang nyata, jujur, dan berkelanjutan.
Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menanam pohon di wilayah masing-masing. Ajakan tersebut ditujukan kepada semua kalangan, mulai dari generasi muda hingga masyarakat lanjut usia.
Wilmar menegaskan bahwa bumi harus dijaga secara berkesinambungan. Bumi, lanjutnya, harus diwariskan kepada generasi berikutnya dengan pola keselamatan lingkungan.
Oleh sebab itu, kebiasaan menanam pohon perlu ditanamkan sejak usia dini.
Wilmar menjelaskan, menanam pohon merupakan wujud pertobatan ekologis yang menuntut perubahan cara berpikir, cara hidup, serta cara mengelola ruang kehidupan bersama. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Jembatan di Hinai Langkat Hampir Rampung, Truk Dilarang Lewat





















