Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SUMUT

Polda Sumut Gelar Operasi Keselamatan Toba 2026 Mulai 2 Februari

Mistar.idSabtu, 31 Januari 2026 pukul 11.38 WIB
polda_sumut_gelar_operasi_keselamatan_toba_2026_mulai_2_februari

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Ferry Walintukan. (foto: Matius/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Kombes Ferry Walintukan, mengatakan dalam waktu dekat Polda Sumut akan menggelar Operasi Keselamatan Toba 2026. Operasi tersebut direncanakan berlangsung selama 14 hari, mulai 2 Februari hingga 15 Februari 2026 mendatang.

Lanjut Ferry, sebagai upaya persiapan operasi ini, pihaknya telah menggelar Latihan Pra Operasi (Lat Pra Ops) di Polda Sumut pada Kamis, 29 Januari 2026, bertempat di Aula Catur Prasetya Markas Besar Polda Sumut. Kegiatan tersebut dipimpin Wakapolda Sumut Brigjen Pol. Sonny Irawan dan dihadiri sejumlah Pejabat Utama Polda Sumut.

Ferry menerangkan, sesuai konsep umum, Operasi Keselamatan Toba 2026 merupakan operasi kewilayahan di bidang harkamtibmas lalu lintas yang mengedepankan tindakan kepolisian secara preemtif, preventif, dan represif secara selektif. Operasi ini bertujuan menekan potensi gangguan kamtibmas di wilayah Sumatera Utara.

“Operasi Keselamatan Toba merupakan operasi kewilayahan yang rutin kita lakukan setiap tahunnya. Tujuannya untuk menekan potensi gangguan, ambang gangguan, dan gangguan nyata yang dapat menyebabkan kemacetan serta kecelakaan lalu lintas, khususnya menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026 dalam rangka Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah,” ujar Ferry saat dihubungi MISTAR, Sabtu (31/1/2026).

Diterangkan Kombes Ferry, tema Operasi Keselamatan Toba 2026 yakni “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang aman, nyaman, dan selamat.” Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing agar tercipta kondisi yang aman dan kondusif.

Ditambahkan Ferry, target operasi meliputi orang, kendaraan, jalan, dan lingkungan, serta mencakup sosialisasi keselamatan berlalu lintas. Operasi juga melibatkan pemeriksaan kelengkapan kendaraan hingga penindakan terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Untuk sasaran khusus, lanjut Kombes Ferry, operasi difokuskan pada kendaraan angkutan umum, khususnya bus pariwisata dan kendaraan travel, pengemudi angkutan umum, serta perusahaan otobus dan badan usaha angkutan. Ramp check sebagai instrumen utama operasi akan dilaksanakan di lokasi-lokasi strategis dengan tingkat mobilitas tinggi dan potensi risiko kecelakaan lalu lintas, ujarnya mengakhiri. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN