Petani Porsea Ubah Musim Tanam Padi, Panen Raya Tetap Diburu Juni-Juli

Bulir padi petani di Kecamatan Porsea sudah keluar. (foto:nimrot/mistar)
Toba, MISTAR.ID
Petani di Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, dikenal menerapkan sistem pola tanam padi sekali dalam setahun. Namun, sejak beberapa tahun terakhir, musim tanam padi serentak mengalami perubahan dengan dimajukan beberapa bulan. Meski demikian, musim panen raya tetap berlangsung pada Juni hingga Juli setiap tahunnya.
Salah seorang petani, Riana, mengatakan perubahan tersebut terjadi sejak petani di Kecamatan Porsea mulai mengenal padi hibrida atau padi unggul yang kerap disebut padi si serang. Jenis padi tersebut perlahan menggantikan tanaman padi lokal seperti Permaisuri dan jenis lainnya.
“Jika umur padi jenis lokal mencapai enam hingga tujuh bulan baru panen, sedangkan padi unggul usia tiga bulan sudah panen. Dampaknya terjadi perubahan musim tanam. Saat masih menggunakan padi lokal, musim tanam dimulai pada Desember. Namun sekarang, setelah menggunakan padi jenis unggul, musim tanam menjadi Februari agar panen tetap di bulan Juni hingga Juli,” ujar Riana, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, perubahan jadwal tanam serentak tersebut memiliki risiko karena saat pembajakan dan penyemaian bibit padi rentan terjadi kekeringan. Pasalnya, Februari hingga Maret biasanya memasuki musim kemarau.
“Seperti yang terjadi tahun ini, ada beberapa titik di Kecamatan Porsea yang mengalami pengunduran penanaman hingga April akibat lahan tidak mendapat air. Bahkan, ada juga petani yang batal melakukan penanaman tahun ini,” ucapnya.
Ia menyampaikan, alasan petani di Kecamatan Porsea tetap mengupayakan panen pada Juni hingga Juli setiap tahun berkaitan dengan kebutuhan biaya pendidikan anak sekolah agar dapat terpenuhi. (hm27)





















