Wednesday, July 22, 2026
home_banner_first
SUMUT

Peserta PKN II LAN Kaji Mitigasi Bencana di Tapsel, Rumuskan Penguatan Tata Kelola Berbasis Data

Mistar.idRabu, 22 Juli 2026 pukul 14.00 WIB
peserta_pkn_ii_lan_kaji_mitigasi_bencana_di_tapsel_rumuskan_penguatan_tata_kelola_berbasis_data

Peserta PKN Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 saat Visitasi ke Kabupaten Tapsel. (foto:dokumen subhan fajri/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (22/7/2026) – Mengangkat tema "Kepemimpinan Adaptif untuk Transformasi Mitigasi dan Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Data guna Memperkuat Resiliensi Daerah", peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 melakukan visitasi ke Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Salah satu peserta, Subhan Fajri Harahap, menjelaskan visitasi merupakan implementasi pembelajaran kepemimpinan strategis yang dirancang untuk menghubungkan konsep akademik dengan praktik penyelenggaraan pemerintahan di daerah.

“Melalui observasi lapangan, kami mempelajari dialog bersama pimpinan daerah dan perangkat organisasi, pengumpulan data secara komprehensif, serta memperoleh pengalaman langsung mengenai penerapan kepemimpinan adaptif dalam menghadapi dinamika penyelenggaraan pemerintahan, khususnya pada sektor penanggulangan bencana,” jelasnya melalui keterangan yang diterima Mistar, Rabu (22/7/2026).

Dikatakan Subhan, Kabupaten Tapanuli Selatan dipilih sebagai lokus visitasi karena memiliki karakteristik geografis yang kompleks dengan tingkat kerawanan bencana hidrometeorologi dan geologi yang relatif tinggi.

“Kondisi itu menjadikan daerah ini sebagai laboratorium pembelajaran yang relevan untuk mengkaji bagaimana kepemimpinan mampu membangun sistem mitigasi, kesiapsiagaan, serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman bencana secara berkelanjutan,” katanya.

Subhan mengungkapkan, selama pelaksanaan visitasi, peserta melakukan identifikasi terhadap kondisi eksisting penyelenggaraan penanggulangan bencana, menganalisis berbagai tantangan yang dihadapi BPBD Kabupaten Tapanuli Selatan, mengidentifikasi best practices, sekaligus memetakan keunggulan kompetitif yang dimiliki organisasi.

“Hasil identifikasi menunjukkan bahwa BPBD Kabupaten Tapanuli Selatan memiliki sejumlah kekuatan, antara lain kelembagaan yang telah terbentuk, komitmen pimpinan dalam penguatan mitigasi, keberadaan posko strategis, sinergi lintas pemangku kepentingan, serta komunikasi dan kolaborasi yang efektif,” ungkapnya.

Dalam proses pembelajaran tersebut, lanjut Subhan, peserta juga menemukan bahwa tantangan penyelenggaraan penanggulangan bencana tidak hanya berkaitan dengan faktor geografis, tetapi juga mencakup aspek tata kelola, seperti belum terintegrasinya sistem informasi kebencanaan, keterbatasan sumber daya manusia, belum mutakhirnya Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB), keterbatasan dukungan anggaran, serta perlunya penguatan koordinasi multipihak.

“Di sisi lain, transformasi digital, penguatan sistem peringatan dini, peningkatan kapasitas SDM, serta optimalisasi kolaborasi pentahelix masih menjadi agenda strategis yang perlu terus diperkuat. Berbagai tantangan tersebut memerlukan kepemimpinan yang mampu beradaptasi, membangun kolaborasi, serta mengoptimalkan pemanfaatan data sebagai dasar pengambilan keputusan yang cepat, tepat, dan akuntabel,” ujarnya.

Berdasarkan hasil observasi dan analisis lapangan, sambung Subhan, Kelompok I merumuskan sejumlah arah kebijakan strategis sebagai rekomendasi penguatan tata kelola kebencanaan, meliputi pengembangan Sistem Informasi Kebencanaan Terintegrasi (SIKAT), pembaruan Kajian Risiko Bencana secara berkala, penguatan Early Warning System, pengembangan Desa Tangguh Bencana (DESTANA), serta optimalisasi kolaborasi pentahelix sebagai fondasi pembangunan daerah yang tangguh terhadap bencana.

“Visitasi Kepemimpinan Nasional menjadi ruang pembelajaran strategis untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan peserta dalam merumuskan solusi atas persoalan publik melalui pendekatan kolaboratif, inovatif, dan berbasis bukti,” ucapnya.

Subhan menyebut, pengalaman empiris yang diperoleh selama visitasi diharapkan menjadi bekal penting bagi para peserta dalam memimpin transformasi birokrasi di instansi masing-masing serta mendorong lahirnya berbagai inovasi kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pelaksanaan Visitasi Kepemimpinan Nasional ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, media, komunitas, dan masyarakat dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang semakin adaptif, terintegrasi, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Kelompok I PKN Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 terdiri atas Andri Ridwan (Ketua), Subhan Fajri Harahap, M. Odi Anggia Batubara, Dr. Yulinda Elvi Nasution, Mhd. Aldy Ramadhan, Ade Sofianita, M. Agha Novrian, Rizki Marlina, Abu Kosim, Ady Putra Parlaungan, Albert Butar-Butar, dan Hasrul Irfan, di bawah bimbingan Coach Dr. Drs. Surya Jaya, S.H., M.Pd. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN