Penarik Becak Mesin Histeris Saat Antre BBM di Lubuk Pakam

Antre BBM di SPBU Lubuk Pakam, Deli Serdang, Rabu (15/7/2026). (Foto: Hendra/Mistar)
Deli Serdang, MISTAR.ID – Bahan Bakar Minyak (BBM) masih sulit diperoleh masyarakat di Deli Serdang hingga hari ini, Rabu (15/7/2026). Dipantau Mistar, di sejumlah SPBU Lubuk Pakam hingga Jalinsum Medan – Lubuk Pakam, antrean masih mengular.
Tidak sedikit penarik becak mesin yang ikut mengantre selama berjam-jam. Salah satu penarik becak, marga Situmorang, histeris karena merasa lelah dengan kondisi antrean yang panjang. Semakin lelah karena pihak SPBU tiba-tiba mengatakan jika BBM sudah habis.
“Sudah susah kali rakyat ini kalian buat. Pendapatan hidup turun dan makin susah hanya buat makan sehari-hari. BBM sering kosong di SPBU, kami tak bisa cari penumpang. Mengantre berjam-jam lamanya. Giliran sudah mau diisi ke tangki becak, dibilang pula habis. Pedagang BBM eceran juga kosong tidak ada yang mau dijual,” kata Situmorang berteriak.
Di kesempatan lain, sulitnya mendapatkan BBM mempengaruhi pedagang di Pasar Tradisional Bakaran Batu dan Jalan Hasanudin Lubuk Pakam. Menurut keterangan pedagang, pembeli yang datang ke pasar menurun.
"Kalau bensin sudah tidak ada, mau kayak mana warga keluar rumah belanja. Kendaraannya tidak bisa jalan karena tidak ada BBM. Ini sangat berpengaruh ke pedagang," ujar seorang pedagang sayur, Rusmini, di Pasar Bakaran Batu Lubuk Pakam.
Pedagang buah di Lubuk Pakam, Mis, mengatakan pendapatannya anjlok hingga 80 persen. Ia juga mengklaim anjloknya omzet karena BBM yang sulit diperoleh.
"Biasanya, putaran dagangan buah saya ini mencapai Rp8 juta per hari. Pasca BBM langka, pendapatan saya hanya dapat Rp1 juta per hari. Ngeri kali lah Bang. Kalau padam listrik kemarin warga masih banyak yang keluar rumah untuk berbelanja. Tapi, kali ini sepi pembeli,” tutur Mis di kios jualannya di Jalan Lubuk Pakam, Pantai Labu. (hm20)























