Usai Pelantikan Kades, Bupati Deli Serdang Dievakuasi Pakai Mobil Polisi di Tengah Aksi Massa

Massa warga Desa Perguroan Kecamatan Bangun Purba yang melakukan demo di lokasi pelantikan kepala desa. (foto:sembiring/mistar)
Deli Serdang, MISTAR.ID (25/6/2026) – Pelantikan kepala desa terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa serentak tahap II Kabupaten Deli Serdang di Gedung Grha Bhineka Perkasa Jaya, Lubuk Pakam, berlangsung tegang, Kamis (25/6/2026).
Usai pelantikan yang diwarnai aksi unjuk rasa, Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan dievakuasi menggunakan mobil polisi Mitsubishi double kabin hitam bertuliskan URC (Unit Reaksi Cepat) milik Polresta Deli Serdang keluar dari Gedung Grha.
Saat itu massa sudah tampak geram. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, mobil polisi tersebut dikawal ketat personel Tekab Satreskrim.
Puluhan massa yang datang merupakan warga Desa Perguroan, Kecamatan Bangun Purba. Mereka kecewa dengan hasil pelaksanaan Pilkades di desanya. Warga juga kecewa kepada Bupati Deli Serdang yang akrab disapa dr Aci.
Aksi massa berlangsung memanas karena mereka yang menggunakan satu unit mobil tidak diperkenankan mendekat. Dorong-mendorong antara massa dengan petugas sempat terjadi dan tidak terelakkan.
Ratusan personel Satpol PP dibantu polisi tampak siaga di lokasi. Kaca mobil yang gelap membuat tidak ada satu pun massa mengetahui bahwa Bupati telah meninggalkan lokasi pelantikan. Sementara itu, mobil dinas Bupati ditinggalkan di lokasi.
Dalam situasi terik matahari yang panas, massa menyampaikan orasi secara bergantian. Saat itu terdengar teriakan agar kepala desa terpilih Anton Sembiring yang merupakan calon petahana diminta tidak dilantik terlebih dahulu.
Massa menilai kemenangan Anton Sembiring karena adanya dugaan kecurangan dan keterlibatan oknum camat.
“Bupati Aci di mana kau, jangan jadi pengkhianat. Kami minta keadilan. Jangan dulu dilantik Anton Sembiring itu,” teriak massa.
Beragam kalimat lainnya juga disampaikan dengan menggunakan pengeras suara. Bahkan, sejumlah makian sempat terlontar kepada Bupati Aci. Poster-poster yang dibawa juga dibentangkan lebar di lokasi aksi.
Kedatangan massa ke lokasi terjadi setelah acara pelantikan selesai. Massa sebelumnya sempat mendatangi kantor DPRD Deli Serdang.
Saat tiba di Gedung Grha yang berada di depan kantor Bupati, acara pelantikan di dalam gedung telah selesai dilaksanakan. Massa kemudian membubarkan diri setelah situasi mulai kondusif dan lokasi kembali sepi.
“Kami ingin cari keadilan, orang yang benar sudah melanggar aturan Pilkades itu tetap dilantik. Tanggal 1 Juni camat dinonaktifkan, seminggu kemudian bisa dilantik dan dipindahkan menjadi Camat Pantai Labu,” ucap Koordinator Aksi, Awal Tarigan.
Awal menyebut pihaknya sangat kecewa dengan sikap Bupati Aci. Karena rasa kecewa tersebut, mereka datang menyampaikan aspirasi langsung.
“Harapan kami kades itu jangan dulu dilantik. Camat itu jangan dipekerjakan dulu sebelum masalah ini selesai,” katanya. (hm27)
























