Nelayan Bogak Besar Keluhkan Kuala Tertutup Pasir, Minta Bupati Sergai Turun Tangan

Kondisi tangkahan perahu tertutup pasir (foto : Damanik/Mistar)
Sergai, MISTAR.ID
Kondisi tangkahan atau kuala sebagai tempat sandaran perahu nelayan yang kini tertutup pasir akibat terjangan ombak laut dikeluhkan nelayan tradisional di Desa Bogak Besar, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).
Para nelayan tradisional setempat berharap Bupati Serdang Bedagai H. Darma Wijaya segera memberikan solusi atas kondisi tersebut agar aktivitas melaut dapat kembali normal.
“Pada bulan November lalu, kuala kami masih dekat dengan pondok dan permukiman warga. Namun akibat bencana alam, kini tertutup pasir. Kami sudah pernah memohon agar diturunkan alat berat, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi. Kami sangat berharap alat berat bisa segera diturunkan karena kami kesulitan menyandarkan perahu,” ujar Misno, Sekretaris Kelompok Nelayan Sepakat Jaya Desa Bogak Besar, Kamis (12/2/2026).
Ia mengatakan, akibat kondisi tersebut, para nelayan mengalami kesulitan serius saat menyandarkan perahu sepulang melaut. Bahkan, sebagian nelayan terpaksa menambatkan perahunya di bibir pantai dengan risiko tinggi, mulai dari kerusakan hingga hancur akibat gelombang laut yang datang sewaktu-waktu.
Menurut Misno, saat ini keamanan perahu nelayan tidak lagi terjamin. Setiap kali pulang melaut, perahu harus diletakkan di bibir pantai dan sangat rawan rusak jika diterjang ombak.
“Kalau dulu ada kuala, insyaallah aman. Sekarang perahu bisa bocor atau rusak. Di sini ada sekitar 75 unit perahu nelayan yang bersandar,” sambungnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Nopember Manik, yang mewakili nelayan tradisional lainnya. Ia menyebutkan bahwa kuala yang sebelumnya dekat dengan rumah warga kini telah bergeser jauh ke arah bibir pantai.
“Kami sudah pernah mengajukan permohonan ke pemerintah desa dan melengkapi surat-surat yang diminta pihak PU. Namun, katanya kendala karena alat berat sedang rusak,” ungkap Nopember.
Ia menambahkan, kondisi ini sangat memengaruhi aktivitas dan pendapatan nelayan kecil. Jika sebelumnya nelayan bisa berangkat melaut sejak pukul 06.00 WIB, kini mereka harus menunggu air laut pasang agar perahu dapat ditarik ke laut.
“Kalau pulang terlambat, kami harus menunggu bantuan kawan lain untuk menaikkan perahu. Risiko perahu rusak sangat besar,” tambahnya.
Atas kondisi tersebut, para nelayan tradisional Desa Bogak Besar berharap perhatian dan dukungan langsung dari Bupati Serdang Bedagai H. Darma Wijaya. Mereka memohon agar pemerintah daerah segera menurunkan alat berat untuk memperbaiki tangkahan dan mengembalikan fungsi kuala seperti semula.
“Kami mohon kepada Bapak Bupati Sergai agar mendukung kami sebagai nelayan kecil. Perbaikan kuala ini sangat penting demi keselamatan dan keberlangsungan mata pencaharian kami sehari-hari,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi, kuala lama di Dusun V Desa Bogak Besar yang sebelumnya menjadi jalur keluar-masuk perahu nelayan dan berdekatan dengan pondok serta permukiman warga, kini telah tertimbun pasir. Gelombang laut yang cukup tinggi disebut sebagai penyebab utama tertutupnya akses tersebut.






















