Motor Mogok Usai Isi Pertalite Diduga Tercampur Air, SPBU Asahan Bertanggung Jawab Penuh

Tangkapan layar sosial media bensin bercampur air di SPBU Pulau Bandring, Asahan. (foto: Tangkapan layar / Mistar)
Asahan, MISTAR.ID
Pengelola SPBU di Jalan Lintas Sumatera, Pulau Bandring, Kabupaten Asahan, menyatakan bertanggung jawab penuh atas insiden rusaknya sejumlah motor warga setelah mengisi bahan bakar pada Jumat (28/11). Kejadian ini diduga terjadi akibat Pertalite yang tanpa sengaja tercampur air.
Manajer SPBU, Kusmanto, mengonfirmasi bahwa seluruh motor yang terdampak telah diperbaiki. Mereka juga mengakui adanya masalah pada bahan bakar yang keluar dari dispenser.
Menurutnya, bahan bakar yang tercampur air menyebabkan delapan sepeda motor mendadak mogok sesaat setelah pengisian. Ia menduga air masuk ke tangki penyimpanan yang sedang kosong usai wilayah Asahan diguyur hujan deras selama dua hari.
“Benar, ada delapan motor yang terdampak. Semuanya sudah kami perbaiki. Kami bertanggung jawab penuh atas kejadian ini,” ujar Kusmanto, Senin (1/12/2025).
Ia menegaskan tidak ada unsur kesengajaan. “Waktu itu hujan lebat. Tangki dalam kondisi kosong dan kemudian terisi minyak. Kami menduga air hujan masuk ke dalam tangki sebelum pengisian,” ucapnya.
Sebelumnya, sebuah video protes warga viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, para pengendara mengeluhkan motor mereka mogok setelah mengisi Pertalite dari SPBU itu. Salah satu warga bahkan menunjukkan cairan menyerupai air yang keluar dari selang bahan bakar motornya.
“Ini lihatnya bercampur air, atasnya pertalite bawahnya air,” ujar perekam sambil menunjukkan botol berisi bensin bercampur cairan jernih.
Setelah video tersebut ramai diperbincangkan, pengelola SPBU langsung melakukan pengecekan instalasi penyimpanan dan menangani seluruh keluhan pelanggan. Perbaikan motor warga dilakukan pada hari yang sama sebagai bentuk tanggung jawab. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Warga Kota Padangsidimpuan Mengantre BBM di SPBU























