Lurah Tunggurono Akan Musyawarah Bahas Kafe Tuak Remang-remang di Binjai Timur

Aksi demonstrasi warga sebagai bentuk protes terhadap keberadaan cafe-cafe tuak di Tunggurono, Binjai. (foto: istimewa/mistar)
Binjai, MISTAR.ID
Menanggapi aksi demonstrasi warga terhadap sejumlah kafe tuak “remang-remang” di Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, beberapa waktu lalu, Lurah Tunggurono, Agus, akhirnya angkat bicara. Ia menyatakan bahwa dalam waktu dekat pihak kelurahan akan menggelar musyawarah bersama aparat pemerintah, TNI-Polri, serta masyarakat guna membahas persoalan tersebut.
“Kita akan membahas bagaimana tindak lanjut terkait keberadaan kafe-kafe ini, apakah akan ditutup atau seperti apa ke depannya,” ujar Agus saat dikonfirmasi, Selasa (6/1/2025) siang.
Ia menjelaskan, apabila kafe-kafe tersebut memiliki izin resmi dan beroperasi sesuai dengan aturan yang berlaku, maka diperbolehkan tetap buka. Namun, jika keberadaannya dinilai meresahkan masyarakat, pihaknya tidak akan segan mengambil tindakan tegas.
“Kita lihat dulu. Jika mereka bersedia mengikuti peraturan sesuai hasil kesepakatan dalam musyawarah, silakan beroperasi. Namun apabila masih ditemukan pelanggaran, dengan berat hati akan kami tutup,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, warga dari beberapa lingkungan menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk protes atas keberadaan kafe-kafe tuak yang dinilai telah meresahkan. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Lingkungan XIII, Irfan Efendy, saat dikonfirmasi wartawan.
“Iya benar, tadi malam warga ramai-ramai melakukan unjuk rasa di beberapa kafe tuak karena dinilai sudah sangat meresahkan,” ucapnya.
Menurut Irfan, warga meminta agar kafe-kafe tuak tersebut segera ditutup karena dianggap telah mengganggu ketenteraman lingkungan. Hampir setiap malam, warga mengaku tidak dapat beristirahat dengan tenang akibat bisingnya dentuman musik yang berasal dari kafe-kafe tersebut.
“Intinya, warga sudah sangat resah dan meminta agar kafe-kafe itu segera ditutup,” sebutnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan aksi berjalan tertib dan kondusif. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata agar lingkungan Kelurahan Tunggurono kembali aman, tenang, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Diketahui, massa aksi berasal dari warga Lingkungan X, XI, XII, XIII, XIV, dan XV Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur. Sementara itu, sejumlah kafe tuak yang menjadi sasaran aksi antara lain Kafe Tuak Armada, Kafe Tuak Champion, Kafe Tuak Waka, dan Kafe Tuak Simbolon, yang berlokasi di lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN di Kelurahan Tunggurono.






















