Wednesday, July 22, 2026
home_banner_first
SUMUT

KEK Sei Mangkei Catat Investasi Rp25,9 Triliun, Dorong Hilirisasi Sawit dan Karet Sumut

Mistar.idSenin, 8 Desember 2025 pukul 17.19 WIB
kek_sei_mangkei_catat_investasi_rp259_triliun_dorong_hilirisasi_sawit_dan_karet_sumut

Para pembicara pada acara 40th Bisnis Indonesia Group Conference di Hotel Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention, Senin (8/12/2025). (foto:amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei yang berlokasi di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), telah berhasil menarik investasi akumulasi signifikan sejak mulai beroperasi pada 2015. KEK ini merupakan salah satu dari 25 Kawasan Ekonomi Khusus di Indonesia.

Direktur PT Kawasan Industri Nusantara (PT KINRA), Arif Budiman, memaparkan perkembangan KEK Sei Mangkei yang fokus pada hilirisasi komoditas perkebunan utama Sumut.

“Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei ini alokasinya di Kabupaten Simalungun, di provinsi Sumatera Utara, di mana lahannya milik PT Perkebunan Nusantara 3, berada di tengah sentra perkebunan,” kata Arif pada acara 40th Bisnis Indonesia Group Conference di Hotel Santika Premiere Dyandra Hotel & Convention, Senin (8/12/2025).

Arif merilis data yang disampaikan ke Sekretaris Dewan Nasional, dengan rincian capaian akumulasi KEK Sei Mangkei sejak beroperasi, yaitu sekitar Rp25,90 triliun. Angka ini terdiri dari investasi Badan Usaha (PTPN3) sebesar Rp2,89 triliun dan investasi pelaku usaha sebesar Rp23,08 triliun. Penyerapan tenaga kerja akumulasi mencapai 7.856 orang, dengan jumlah pelaku usaha sebanyak 28 industri.

Untuk tahun berjalan 2025, KEK Sei Mangkei menargetkan investasi Rp6 triliun, dengan realisasi triwulan III 2025 sebesar Rp5,78 triliun atau 84,05 persen.

Langkah ambisius lain dari pemerintah pusat adalah penyerapan tenaga kerja, dengan target 3.270 orang dan realisasi triwulan III 2025 sebanyak 2.460 orang atau 75,05 persen.

“Kami sudah menghitung, sudah juga berkalkulasi, insya Allah akan melampaui target di tahun 2025 untuk investasinya,” ucap Arif.

Meski target tahunan tercapai, Arif mengakui kontribusi KEK Sei Mangkei masih kecil dibandingkan target total investasi Provinsi Sumatera Utara yang mencapai Rp100 triliun per tahun.

“Kontribusi kami per tahunnya masih 6 persen. Ini masih sangat jauh untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Kegiatan utama KEK Sei Mangkei berfokus pada industri kelapa sawit, industri karet, pariwisata, dan logistik, sejalan dengan posisi Sumut sebagai sentra penghasil komoditas tersebut secara nasional.

KEK Sei Mangkei memiliki luasan total 1.930,8 hektare dan terbagi dalam tiga zona: industri, logistik, dan pariwisata. Namun, Arif mencatat tingkat okupansi lahan keseluruhan masih rendah, yakni 30,24 persen. Khusus zona industri, capaian okupansinya mencapai 36,28 persen dari alokasi yang tersedia. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN