Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SUMUT

Korban Bencana di Sumut Meningkat Jadi 361 Orang, Tim DVI Bekerja Maksimal

Mistar.idSenin, 8 Desember 2025 17.27
journalist-avatar-top
MG
korban_bencana_di_sumut_meningkat_jadi_361_orang_tim_dvi_bekerja_maksimal

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Medan Kombes Pol dr, Taufik Ismail. (foto: Matius/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Kombes Pol dr. Taufik Ismail, menyatakan bahwa hingga hari ini, 8 Desember 2025, korban bencana di Sumut mencapai 361 orang yang sudah terkonfirmasi meninggal dunia.

“Per hari ini, 8 Desember 2025, update terakhir jumlah korban yang meninggal 321 orang. Artinya, sejak Jumat lalu ada penambahan sebanyak 16 korban,” ujar Kombes Taufik, Senin (8/12/2025).

Kombes Taufik menjelaskan, selain 321 korban yang telah berhasil diidentifikasi, terdapat sekitar 40 jenazah lainnya yang belum sempat diidentifikasi namun sudah dimakamkan oleh masyarakat. Hal ini karena lokasi-lokasi penemuan jenazah masih terisolasi dan sulit diakses.

“Pada saat ditemukan, daerah tersebut belum bisa dilewati, sehingga masyarakat sudah memakamkan sekitar 40 jenazah secara mandiri. Dari total 361 korban, 321 sudah teridentifikasi, sementara 40 lainnya belum,” ucap Taufik.

Sebelumnya, Taufik Ismail menyebut bahwa kemungkinan identifikasi korban oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri dan Polda Sumut akan semakin sulit. Hal ini karena sebagian jasad telah memasuki tahap pembusukan.

“Karena sudah satu minggu dan masih ada korban yang hilang, seminggu ke depan identifikasi mungkin lebih sulit karena proses pembusukan telah terjadi,” ujar Taufik.

Guna mengatasi hal tersebut, tim DVI menyiapkan sejumlah langkah, salah satunya menggunakan data primer dengan mengambil sampel DNA dari korban dan mencocokkannya dengan sampel DNA keluarga yang merasa kehilangan anggota.

“Jika DNA korban cocok dengan keluarga, jenazah akan diserahkan untuk disemayamkan. Namun, apabila jasad belum berhasil diidentifikasi, polisi akan menguburkannya karena keterbatasan tempat penyimpanan,” kata Taufik.

Taufik menegaskan, hingga saat ini operasi tim DVI terus berlangsung sesuai batas waktu tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah. (hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN