Tuesday, June 23, 2026
home_banner_first
SUMUT

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Sumut Tinggi, Pengamat Soroti Lemahnya Perlindungan

Mistar.idRabu, 6 Mei 2026 pukul 15.29 WIB
kasus_kekerasan_perempuan_dan_anak_di_sumut_tinggi_pengamat_soroti_lemahnya_perlindungan

Pengamat Sosial USU, Agus Suriadi (foto: USU/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Pengamat Sosial Universitas Sumatera Utara (USU), Agus Suriadi, menanggapi fenomena tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Sumatera Utara (Sumut) sepanjang tahun 2025.

Ia mengaku prihatin dengan angka tersebut yang menunjukkan masih banyak masalah serius yang perlu ditangani.

“Ini mencerminkan adanya kelemahan dalam sistem perlindungan anak dan perempuan, serta pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu kekerasan ini,” ujarnya kepada Mistar, Rabu (6/5/2026).

Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik USU itu juga menyoroti tingginya kasus di sejumlah daerah, khususnya Gunungsitoli, Medan, Asahan, dan Deli Serdang, yang menunjukkan adanya konsentrasi masalah dan perlu perhatian lebih serius.

“Fenomena ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk urbanisasi, kemiskinan, dan kurangnya akses terhadap layanan sosial,” ucapnya.

Dalam mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah diharapkan lebih aktif menghadirkan program-program yang tepat sasaran.

Sebelumnya, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Sumut menyebutkan jumlah kekerasan yang dialami perempuan dan anak selama tahun 2025 mencapai 1.975 kasus.

Selain itu, Dinas P3AKB Sumut juga mencatat empat daerah dengan angka kekerasan perempuan dan anak tertinggi selama tahun 2025, yakni Gunungsitoli, Medan, Asahan, dan Deli Serdang.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN