Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
SUMUT

Jaringan Irigasi Tidak Berfungsi, Kepala Desa Sosor Lontung di Dairi Akui Daerahnya Terancam Krisis Pangan

Mistar.idSelasa, 27 Januari 2026 pukul 16.23 WIB
jaringan_irigasi_tidak_berfungsi_kepala_desa_sosor_lontung_di_dairi_akui_daerahnya_terancam_krisis_pangan

Pekerjaan Irigasi masih berlangsung di Daerah Irigasi Amborgang Desa Sosor Lontung, Dairi. (Foto: Manru/mistar)

news_banner

Dairi, MISTAR.ID

Kepala Desa Sosor Lontung, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi, Jepriadi P Simaremare mengaku daerahnya terancam krisis pangan. Hal ancaman krisis pangan tersebut disampaikan Jepriadi melalui pesan whatsapp kepada mistar, Selasa (27/1/2026).

Disebutkan Jepriadi, akhir dan menjelang awal tahun, biasanya daerahnya secara keseluruhan sudah selesai masa tanam padi sawah di lahan kurang lebih 400 hektar. Namun tahun 2026 diakui daerahnya gagal tanam padi akibat jaringan irigasi tidak berfungsi akibat pekerjaan proyek.

"Desa kami memiliki lahan sawah kurang lebih 400 hektar, dan biasanya mampu memproduksi panen 1500 ton padi dalam satu tahun. Kini warga beralih fungsi ke tanaman jagung akibat irigasi tidak berfungsi. Ironinya, warga saya sudah membeli beras dari luar desa yang sebelumnya menjual keluar desa" kata Jepri

Diterangkannya, nama irigasi di Desanya ada dua jaringan, yaitu Irigasi Juma Jering dan Irigasi Saba Lama. Hasil padi per tahun mencapai hampir 1.500 ton dalam dua kali panen, dan jagung 750 ton per tahun.

Sebelumnya, Jepriadi P Simaremare, membenarkan sebanyak 70 persen warganya merupakan petani padi dan sekarang harus beralih fungsi ke jagung.


Selain itu, petugas Penjaga Pintu Air (P2A) daerah irigasi Amborgang, Ramot Rajagukguk, ketika dikonfirmasi mistar baru-baru ini menyebutkan, ada daerah irigasi yang diawasinya mengairi kurang lebih 400 hektar lahan sawah di Desa Sosor Lontung.

Terkait ancaman krisis pangan, menurut Ramot jauh dari kenyataan. Sebab pekerjaan jaringan daerah irigasi yang sedang berlangsung saat ini diprediksi selesai pada Maret 2026. Ia memastikan hal tersebut telah disampaikan kepada petani.

“Petani padi sudah kita imbau melalui pemberitahuan lisan sejak Desember 2025 agar beralih fungsi tanaman sambil menunggu pekerjaan daerah irigasi selesai. Saya yang mencari tukang untuk mengerjakan proyek itu. Saya juga mengawasi pekerjaan di lapangan," kata Ramot.

Ramot juga mengakui di daerah irigasi pengawasannya, ada pekerjaan peningkatan dan rehabilitasi jaringan utama daerah irigasi mencakup 12 kabupaten di Sumatera Utara (29 D.I dan 1 D.I.R) dengan nomor kontrak HK.02.01/BBWS12.6.2/2025/09, tanggal 15 September 2025. Sumber dana berasal dari APBN, dengan masa pelaksanaan 107 hari kalender dan menggunakan sistem kontrak satuan harga (unit price).

Pekerjaan irigasi dengan sumber dana APBN 2025 dilakukan di beberapa wilayah, yakni Lae Mbulan, Sikaleut, Bangun, Keccing, dan Amborgang. Sedangkan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Dairi menyatakan bahwa mereka tidak dilibatkan dalam pelaksanaan peningkatan dan rehabilitasi jaringan utama daerah irigasi tersebut. Proyek ini merupakan realisasi dari usulan PUTR Dairi pada 2025.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN