Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
SUMUT

Embung Surut, Warga Parmaksian Toba Minta Pemkab Setempat Turunkan Alat Berat

Mistar.idKamis, 5 Februari 2026 pukul 19.41 WIB
embung_surut_warga_parmaksian_toba_minta_pemkab_setempat_turunkan_alat_berat

Ketinggian air di embung surut akibat musim kemarau. (Foto: Dokumen Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID

Warga dan perangkat Desa Jonggi Manulus dan Dolok Nauli, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba, meminta instansi terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), untuk menurunkan alat berat guna memperbaiki embung yang menjadi sumber air bagi ratusan hektare lahan pertanian. Permintaan tersebut disampaikan usai musyawarah bersama.

Camat Parmaksian, Ronald Sirait, mengatakan belum lama ini Pemerintah Kabupaten Toba bersama DPRD telah melakukan survei lapangan ke lokasi embung untuk melihat secara langsung kondisi yang terjadi.

“Disarankan agar pihak desa dan kecamatan menyampaikan proposal ke Dinas PUTR dan BPBD, khususnya ke Dinas PUTR, agar segera menurunkan alat berat untuk pembersihan lokasi dan membantu membuka pintu air. Proposal tersebut sudah kami sampaikan,” ujar Ronald, Kamis (5/2/2026).

Sementara itu, berdasarkan informasi terbaru, Bupati dan Wakil Bupati Toba didampingi Dinas PUTR direncanakan akan meninjau langsung embung tersebut pada Senin atau Selasa (9–10/2/2026) untuk mengetahui secara lebih spesifik permasalahan yang ada sekaligus mencari solusi terbaik.

“Kami dari pihak kecamatan, selain menyampaikan proposal ke kabupaten, juga telah melakukan koordinasi dengan Perum Jasa Tirta (PJT) I untuk mengatasi permasalahan embung ini. Pihak Perum PJT I bersedia dan akan melakukan survei dalam waktu dekat agar tidak terjadi gagal tanam pada ratusan hektare lahan sawah petani,” tuturnya.

Ronald berharap penanganan embung dapat segera dituntaskan agar masyarakat di tiga desa, yakni Desa Jonggi Manulus dan Dolok Nauli di Kecamatan Parmaksian, serta Desa Galagala Pangkailan di Kecamatan Porsea, dapat melaksanakan penanaman padi pada tahun 2026.

Sebelumnya, salah seorang warga, H. Manurung, menyampaikan bahwa embung Tanjungan Jonggi Manulus sangat bergantung pada curah hujan. Namun, dalam sebulan terakhir, curah hujan sangat minim sehingga volume air di embung surut drastis.

“Jika sebelumnya pada musim tanam seperti ini kedalaman air embung bisa mencapai sekitar sepuluh meter, kini hanya sebatas lutut saja. Jelas tidak mampu mengairi ratusan hektare sawah,” ujarnya.

Menurutnya, berbagai usulan telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Toba, bahkan kepada sejumlah anggota DPRD Toba, untuk mengatasi permasalahan sumber air pengisian embung agar musim tanam tahun ini tidak gagal.

“Solusinya harus menyedot air dari Sungai Toba-Asahan yang berjarak sekitar dua kilometer dari embung. Kami memohon kepada Pemerintah Kabupaten Toba dan DPRD segera mengambil langkah agar kami para petani tidak gagal tanam padi,” ucapnya berharap.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN