16.5 C
New York
Saturday, April 13, 2024

Bayi yang Kulitnya Berubah Warna Usai Minum Obat di Posyandu Dirujuk ke Medan

Deli Serdang, MISTAR.ID

Gea Cania Pinem, bayi 2,5 bulan asal Dusun I Desa Penungkiren Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deli Serdang telah dipindah ke RS Santa Elisabeth Medan dari RS Amri Lubuk Pakam tempatnya dirawat selama ini, Kamis (22/2/24) malam.

Di rumah sakit swasta itu, terungkap jika Gea Cania Pinem menderita penyakit paru-paru basah sebagaimana penjelasan dokter RS Santa Elisabeth Medan kepada Ade Pratama Pinem, orang tua Gea Cania Pinem.

Sementara, pihak RSUD Amri Tambunan Lubuk Pakam berulang kali menegaskan kepada keluarga Gea Cania Pinem, jika putri mereka terinfeksi virus campak german dan bukan karena minum obat kadaluwarsa.

“Hasil diagnosa dokter di RS Elisabeth, anak saya dinyatakan menderita paru-paru basah. Dokter di Elisabet juga sempat menyesalkan perbuatan bidan yang ikut mengantar ke Elisabet tega menyuntik anak saya dengan obat kadaluwarsa,” ujar Ade, Jumat (23/2/24).

Baca Juga : Bayi Berubah Warna Usai Dibawa ke Posyandu Ternyata Terinfeksi Virus

Ade mengatakan, biaya perawatan selama di rumah sakit swasta tersebut ditanggung oleh bidan pembantu puskesmas di desa tempat tinggal Gea Cania Pinem.

Anak kedua pasangan Ade Pratama Pinem dan istri Florenta Tarigan mengalami demam tinggi dan perubahan warna kulit setelah minum obat di posyandu tempatnya tinggal.

Diduga bayi malang tersebut minum obat paracetamol kadaluwarsa saat di posyandu sebagaimana bukti botol sisa obat yang saat ini disimpan oleh orang tua Gea Cania Pinem. Saat ini, Gea Cania Pinem tengah dirawat di Ruang Theresia Lantai III RS Santa Elisabeth Medan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Deli Serdang Asri Ludin Tambunan menegaskan sesuai laporan dokter RSUD Amri Tambunan yang merawat bayi tersebut, bahwa Gea Cania Pinem terinfeksi virus seperti campak german dari awal dan hujan karena minum obat kadaluwarsa.

“Hal itu sudah dijelaskan kepada orang tua bayi serta 2 orang ibu pendampingnya,” ucap Asri yang merupakan mantan Wakil Direktur (Wadir) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Amri Tambunan menirukan apa yang disampaikan pihak RSUD kepadanya.

Related Articles

Latest Articles