Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
SUMUT

Cuaca Danau Toba Malam Ini Memburuk, BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang hingga 23.00 WIB

Mistar.idJumat, 13 Maret 2026 pukul 20.24 WIB
cuaca_danau_toba_malam_ini_memburuk_bmkg_peringatkan_hujan_lebat_dan_angin_kencang_hingga_2300_wib

Ilustrasi, Cuaca Danau Toba Malam Ini Memburuk, BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang hingga 23.00 WIB. (foto:yt@chainfamily/bmkg/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Cuaca di kawasan Danau Toba dan sejumlah wilayah Sumatera Utara diperkirakan memburuk pada Jumat malam (13/3/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan pembaruan peringatan dini pada pukul 19.30 WIB terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.

Kondisi tersebut diprakirakan mulai terjadi sekitar pukul 20.00 WIB dan berpotensi berlangsung hingga pukul 23.00 WIB.

Danau Toba Masuk Zona Waspada

Perairan Danau Toba menjadi salah satu wilayah yang secara khusus disebut dalam peringatan dini ini. Cuaca ekstrem berpotensi mengganggu aktivitas pelayaran, termasuk kapal penyeberangan dan perahu wisata yang beroperasi di kawasan danau vulkanik terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Selain perairan Danau Toba, hujan lebat juga diprediksi mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Simalungun, Dairi, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Samosir, hingga Labuhanbatu Selatan.

BMKG juga menyebutkan bahwa kondisi ini dapat meluas ke berbagai daerah lain, termasuk Kabupaten Karo, Deli Serdang, Asahan, Mandailing Natal, Toba, Padang Lawas, serta sejumlah kota seperti Medan, Binjai, Pematangsiantar, Tebing Tinggi, dan Padangsidimpuan.

Berpotensi Disertai Petir dan Angin Kencang

Hujan yang turun tidak hanya berintensitas sedang hingga lebat, tetapi juga berpotensi disertai kilat/petir serta angin kencang. Kondisi ini meningkatkan risiko pohon tumbang, gangguan jaringan listrik, hingga gelombang danau yang lebih tinggi akibat hembusan angin.

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah perbukitan dan sekitar perairan.

Faktor Geografis Perkuat Potensi Hujan

Secara geografis, Danau Toba berada di kawasan cekungan kaldera yang dikelilingi pegunungan. Kondisi ini memicu pengangkatan massa udara lembap ke atas, sehingga mempercepat pembentukan awan hujan.

Selain itu, perbedaan suhu antara permukaan air dan daratan pada malam hari dapat memperkuat angin lokal. Dalam periode peralihan musim seperti saat ini, pola hujan cenderung bersifat tiba-tiba dengan intensitas tinggi dalam durasi singkat.

Imbauan untuk Warga dan Wisatawan

BMKG Sumatera Utara mengimbau masyarakat untuk:

- Menunda aktivitas pelayaran jika cuaca memburuk

- Menghindari berteduh di bawah pohon saat terjadi petir

- Waspada terhadap potensi genangan, banjir lokal, dan longsor di daerah perbukitan

- Memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG

Wisatawan yang tengah berkunjung ke kawasan Danau Toba juga diminta memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melakukan aktivitas di perairan.

BMKG menegaskan, kondisi atmosfer masih dinamis dan pembaruan peringatan dini dapat dilakukan sewaktu-waktu sesuai perkembangan cuaca.

(bmkg/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN