Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SUMUT

Bupati Dairi Selidiki Dugaan Jual Beli Jabatan, Belasan Oknum Dikabarkan Terlibat

Mistar.idJumat, 5 Juni 2026 16.58
journalist-avatar-top
HJ
bupati_dairi_selidiki_dugaan_jual_beli_jabatan_belasan_oknum_dikabarkan_terlibat

Bupati Dairi, Vickner Sinaga. (Foto: Diskominfo Dairi/Mistar)

news_banner

Dairi, MISTAR.ID

Bupati Dairi, Vickner Sinaga, mengungkapkan pihaknya tengah menyelidiki dugaan praktik penawaran pekerjaan dan jabatan dengan imbalan uang yang diduga melibatkan belasan oknum di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi.

Pernyataan itu disampaikan Vickner saat dikonfirmasi Mistar melalui aplikasi WhatsApp terkait beredarnya sejumlah kuitansi yang diduga berkaitan dengan pembayaran uang panjar untuk memperoleh jabatan tertentu, Jumat (5/6/2026).

"Siapa pun yang merasa dirugikan silakan menyampaikan pengaduan atau laporan secara resmi. Beberapa kasus saat ini sudah berproses. Ada belasan orang yang terkait dengan dugaan oknum yang menjanjikan pekerjaan, jabatan, dan sebagainya. Kita tunggu hasil proses yang sedang berjalan," ujar Vickner.

Ia menegaskan bahwa informasi terkait dugaan pembayaran uang panjar juga sedang didalami oleh pemerintah daerah. Menurutnya, modus yang digunakan dalam kasus tersebut beragam.

"Untuk isu panjar, saat ini juga sedang kami selidiki. Modusnya bermacam-macam. Ada yang berkaitan dengan tenaga harian di dinas tertentu sebagaimana informasi yang saya peroleh dari pemberitaan media pada awal 2024. Ada juga yang terjadi pada Januari 2025. Saat itu kami bahkan belum dilantik dan belum menjabat," katanya.

Di tengah proses penyelidikan tersebut, beredar sebuah kuitansi yang menyebut telah diterima uang sebesar Rp20 juta dari seseorang berinisial R sebagai pembayaran panjar. Dokumen itu bertanggal Sidikalang, 9 Mei 2026, dan ditandatangani oleh penerima berinisial SM.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, inisial R diduga merupakan seorang guru berstatus aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan satuan pendidikan Kabupaten Dairi. Sementara penerima uang yang disebut dalam kuitansi tersebut dikabarkan merupakan seorang oknum direktur berinisial S.

Namun hingga berita ini diturunkan, pihak yang disebut berinisial S belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan Mistar melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp belum mendapat respons.

Pemerintah Kabupaten Dairi menyatakan akan menunggu hasil proses penyelidikan yang sedang berlangsung untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar di tengah masyarakat.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN