BULOG Sumut Buka Data Minyakita, Klaim Pasokan Aman di Tengah Isu Kelangkaan dan Harga Melonjak

Pimpinan Wilayah BULOG Sumut, Budi Cahyanto, menegaskan telah menyalurkan 9,1 juta liter Minyakita DMO secara akuntabel langsung ke tingkat pengecer pasar tradisional. (foto:amita/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Perum BULOG Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) angkat bicara menanggapi isu kelangkaan serta melambungnya harga Minyakita di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang mulai dikeluhkan para pedagang tradisional dan konsumen di Kota Medan belakangan ini.
Pimpinan Wilayah BULOG Kanwil Sumut, Budi Cahyanto, menegaskan bahwa dari sisi pengadaan dan manajemen distribusi yang menjadi tanggung jawab pemerintah, seluruh proses berjalan ketat, akuntabel, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Budi menjelaskan terdapat dua skema utama pasokan Minyakita yang dikelola BULOG Sumut sejak awal tahun guna menjamin kebutuhan masyarakat.
Mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025, BULOG bersama ID FOOD mendapatkan penugasan untuk menyerap pasokan dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) produsen minyak goreng minimal sebesar 35 persen.
Budi memaparkan, total pengadaan Minyakita melalui jalur DMO komersial yang berhasil dihimpun BULOG Sumut sejak Januari hingga Juni 2026 telah mencapai 9.994.728 liter. Dari jumlah tersebut, sebanyak 9,1 juta liter telah disalurkan ke pasar-pasar rakyat.
"Saya bisa pastikan dan menjamin, dari 9.100.000 liter yang sudah tersalurkan itu, semuanya mengalir langsung ke tangan pengecer atau konsumen melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Tidak ada satu liter pun yang kami salurkan ke distributor tingkat dua (D2) maupun pihak lainnya," kata Budi dalam konferensi pers, Rabu (10/6/2026).
Jika dirata-ratakan, BULOG Sumut telah menyalurkan sekitar 1,8 juta liter Minyakita setiap bulan. Distribusi dilakukan melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) di pasar-pasar tradisional serta pedagang sembako yang telah resmi bermitra.
"Seluruh pengecer resmi kami terdaftar by name by address melalui aplikasi SIMIRAH, lengkap dengan dokumen NPWP, KTP, dan NIB. Jadi jika instansi pengawas atau inspektorat ingin melakukan penelusuran, data penerima dapat dicek secara langsung dan transparan," ucap Budi.
Selain menjaga pasokan komersial reguler, BULOG Sumut juga tengah menuntaskan penyaluran paket bantuan pangan yang di dalamnya mencakup komoditas Minyakita bagi masyarakat rentan.
Total stok khusus bantuan pangan yang disiapkan mencapai 7.927.112 liter. Dari kuota tersebut, sebanyak 2.870.112 liter telah didistribusikan kepada keluarga penerima manfaat.
"Sisa kuota bantuan pangan ini sudah tersedia dan aman di gudang kami. Target kami pada minggu kedua, ketiga, dan keempat Juni seluruh sisa penyaluran dapat diselesaikan sehingga hak masyarakat segera terpenuhi," ujarnya.
Terkait fenomena kelangkaan fisik maupun harga yang melampaui HET di tingkat eceran, Budi menilai hal tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut melalui pengawasan pasar.
BULOG menyerahkan proses pemantauan di tingkat hilir kepada Satgas Pangan dan instansi terkait untuk memastikan tidak ada praktik penahanan barang maupun spekulasi di luar jaringan distribusi resmi.
"Harapannya, melalui keterbukaan data ini, apabila masih ditemukan kelangkaan atau harga yang melambung di luar ketentuan pemerintah, instansi terkait dapat langsung menelusuri dan menindak rantai distribusi di luar komitmen resmi kami. Yang jelas, pasokan dari BULOG berjalan lancar dan tepat sasaran," tutur Budi. (hm27)























