Wednesday, July 15, 2026
home_banner_first
SUMUT

BPBD Toba Waspadai Dampak Kemarau, Siapkan Antisipasi Kebakaran dan Bencana

Mistar.idRabu, 15 Juli 2026 pukul 17.40 WIB
bpbd_toba_waspadai_dampak_kemarau_siapkan_antisipasi_kebakaran_dan_bencana

Kepala BPBD Toba, Sikkat Sitompul. (Foto:Nimrot/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID, (15/7/2026) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba akan selalu waspada terhadap potensi bencana dampak dari cuaca ekstrem yang terjadi, seperti saat ini wilayah kabupaten mengalami kekeringan akibat kemarau yang telah terjadi hampir sebulan terakhir.

Hal tersebut dikatakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Toba, Sikkat Sitompul, bahwa Pemkab Toba melalui BPBD tetap selalu waspada terhadap segala cuaca ekstrem apa pun, termasuk saat ini di musim kemarau yang berdampak kebakaran.

"Kewaspadaan kita bukan hanya terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga kebakaran yang mungkin terjadi di permukiman warga melalui koordinasi lintas desa dan kecamatan terkait," ucap Sikkat, Rabu (15/7/2026).

Menurut Sikkat, BPBD harus tetap siaga, meskipun tidak ada potensi bencana akibat cuaca ekstrem, seperti selalu berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran agar apabila terjadi peristiwa kebakaran di kawasan hutan dan lahan serta permukiman warga dapat langsung diantisipasi penanggulangannya.

"Kita juga telah mempersiapkan peralatan trailer (tangki air kecil) untuk melakukan pemadaman kebakaran di permukiman sempit ataupun di karhutla yang tidak dapat dijangkau mobil pemadam kebakaran," ujarnya.

Lanjutnya, persiapan dari BPBD telah terorganisasi dalam penanggulangan bencana, seperti sumber daya manusianya, peralatan, serta pemetaan titik-titik yang berpotensi terjadi bencana, misalnya di Dolok Tolong, Sibodiala, Ajibata, dan kecamatan lainnya yang memiliki hutan.

"Satgas BPBD ada kita tugaskan siaga (standby) 24 jam menerima laporan masyarakat, dan begitu mendapat informasi harus segera turun untuk melakukan penanggulangan, seperti yang kita lakukan saat ada korban tenggelam di Pantai Obyek Wisata Meat," katanya.

Namun demikian, BPBD Toba tidak dapat maksimal melakukan penanggulangan bencana jika tidak berkolaborasi bersama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Toba. Intinya, pergerakan kita tidak bisa sendiri dan harus team work.

"Contohnya terjadi bencana longsor perlu peran Dinas PUTR dalam pengadaan peralatan, kebakaran peran dari petugas damkar, dan Dinas Sosial untuk pengadaan dapur umum," tuturnya.

Sementara, Kepala BPBD Toba sejauh ini belum bisa memastikan lebih lanjut apakah kemarau yang terjadi saat ini akan berkelanjutan berapa lama, sebulan atau dua bulan lagi.

"Rilis terbaru dari BMKG belum kita dapatkan. Kendati demikian, akan kita susul untuk memintanya untuk kepastian berapa lama potensi kemarau yang akan terjadi di Kabupaten Toba, sehingga kita dapat lebih siaga lagi," tuturnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN