Thursday, June 25, 2026
home_banner_first
SUMUT

Bobby Nasution Minta Empat Perusahaan Galian C Stop Operasi, Diduga Rusak Jalan Galang

Mistar.idKamis, 25 Juni 2026 pukul 20.09 WIB
bobby_nasution_minta_empat_perusahaan_galian_c_stop_operasi_diduga_rusak_jalan_galang

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution. (Foto: Iqbal/Mistar)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID (25/6/2026) – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution dengan tegas meminta empat perusahaan galian C yang beroperasi di Kecamatan Galang menghentikan aktivitasnya. Pasalnya, perusahaan-perusahaan tersebut disebut tidak memiliki izin dan menjadi penyebab kerusakan jalan yang cukup parah.

Meski tidak menyebutkan nama perusahaan, Bobby menilai operasional truk bertonase besar milik empat perusahaan galian C tersebut menjadi salah satu penyebab rusaknya ruas Jalan Perintis Kemerdekaan yang menghubungkan Tanah Abang dan Kecamatan Galang.

Bobby meminta agar keempat perusahaan tersebut segera menghentikan operasionalnya.

“Ada, ada (yang akan diberhentikan). Mulai besok saya minta jangan beroperasi lagi,” ujarnya kepada wartawan usai meninjau jalan di Kecamatan Galang, Kamis (25/6/2026) sore.

Bobby juga meminta perusahaan-perusahaan tersebut segera mengurus perizinan apabila ingin kembali beroperasi.

“Ada empat (perusahaan galian C) yang lewat jalan sini, kami sudah minta untuk mengurus izinnya,” ucapnya.

Ia berkomitmen menyiapkan jalur khusus bagi perusahaan yang mengangkut muatan besar seperti galian C agar tidak mengganggu masyarakat dan merusak infrastruktur jalan umum.

“Minimal kalau sudah mengurus izinnya, kami akan siapkan lintasannya. Kalian akan kami siapkan jalurnya sehingga tidak merugikan masyarakat seperti ini. Kalau tidak mengurus izin, jangankan lintasan, perusahaannya pun tidak boleh beroperasi,” tutur Bobby.

Pengawasan terhadap perusahaan galian C yang tidak berizin, lanjut Bobby, akan terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut.

“Kalau untuk pengawasan sudah ada timnya dari Dinas ESDM. Kalau kurang personel, kami sudah sampaikan akan dibantu TNI dan Polri. Semua sepakat hal-hal seperti ini merugikan masyarakat,” katanya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN