7.9 C
New York
Friday, April 19, 2024

Baru Selesai Dikerjakan, Bangunan Lining Irigasi di Sitinjo Dairi Rusak dan Hancur

Dairi, MISTAR.ID

Diduga dikerjakan asal-asalan dan tidak profesional, bangunan lining irigasi di Desa Sitinjo, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi mengalami rusak, roboh dan hancur. Informasi itu disampaikan warga sekitar kepada sejumlah awak media, Jumat (8/12/23). Warga menyebut, proyek tersebut berasal dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Dairi.

“Proyek itu baru saja selesai dikerjakan, tetapi sudah mengalami rusak. Sepertinya dikerjakan asal-asalan oleh orang yang tidak profesional. Kualitasnya patut dipertanyakan, juga disinyalir tidak memiliki pondasi, makanya roboh,” ujar warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Dikatakannya, hal itu diketahui saat air minum tidak mengalir ke rumah warga. Warga kemudian menyisir pipa air minum ke hulu, ternyata mengalami rusak dan putus total akibat hantaman bangunan tembok lining irigasi yang roboh.

Robohnya lining irigasi terdapat di beberapa titik diduga karena tidak memiliki pondasi. Dari papan pengumuman, proyek tersebut bersumber dari Dinas PUTR Dairi, pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi permukaan dengan nilai kontrak berbiaya Rp159. 480.000, selesai bulan November 2023.

“Bangunan lining irigasi itu harus dimulain lagi dari awal. Sebab, sepanjang bangunan lining irigasi yang baru selesai dikerajakan, sesuai volumenya sudah tumbang dan roboh,” pinta warga.

Baca Juga : Terkesan Disengaja, Plang Proyek Rehab Kantor DKP Deli Serdang Tertutupi Pepohonan

Dinas PUTR Dairi ketika dikonfirmasi memastikan akan segera memerintahkan pelaksana untuk memperbaiki, dengan alasan pekerjaan tersebut masih dalam tahap pemeliharaan walau sudah dibayar.

“Terima kasih atas informasinya. Terkait pekerjaan di Sitinjo ini, kita sudah koordinasi dengan rekanan, dan mereka sudah ada komitmen untuk mengganti pekerjaan yang rusak,” ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Tipo Situmeang.

Tipo juga meminta warga bersabar, karena pihaknya masih menunggu pihak rekanan untuk memperbaiki pengerjaan tersebut. “Mungkin bisa juga faktor alam, dikarenakan debit air melimpah secara tiba-tiba akibat banjir,” ucapnya. (manru)

Related Articles

Latest Articles