Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SUMUT

Arus Mudik Jalinsum Toba Masih Lengang H-11 Tahun Baru 2026

Mistar.idSabtu, 20 Desember 2025 pukul 17.35 WIB
arus_mudik_jalinsum_toba_masih_lengang_h11_tahun_baru_2026

Jalinsum di Kecamatan Porsea masih terlihat lengang. (Foto: Nimrot/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID

H-11 Tahun Baru 2026, arus mudik di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Kabupaten Toba masih belum menunjukkan peningkatan jumlah kendaraan yang masuk dari luar kota, baik dari arah Kota Medan maupun Sibolga, demikian juga sebaliknya.

Warga Porsea, Aldi, mengatakan sepertinya terjadi penurunan jumlah pemudik menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Hingga akhir pekan ketiga, arus lalu lintas belum juga dipadati kendaraan dari luar kota dan masih didominasi pengendara lokal serta truk angkutan ekspedisi.

“Lengangnya arus lalu lintas di Jalinsum Toba membuat suasana jelang Nataru terlihat kurang meriah dan semarak dibanding tahun sebelumnya,” ujar Aldi.

Senada disampaikan Camat Porsea, Edward Sidabutar. Menurutnya, memasuki H-11 Tahun Baru 2026, Pasar Porsea belum juga dibanjiri anak rantau yang biasanya berbelanja untuk persiapan Nataru. Kondisi pasar masih terlihat sepi, demikian juga arus lalu lintas yang masih terpantau normal.

Pantauan wartawan MISTAR, selain arus lalu lintas yang masih lengang, jumlah penumpang angkutan kota dan travel juga masih terlihat normal seperti hari biasa. Tidak ada penambahan atau lonjakan penumpang dengan tujuan Medan–Sibolga maupun sebaliknya.

Salah seorang mandor travel di Porsea, Monang Sitorus, mengatakan orderan rental mobil hingga pekan ketiga jelang Nataru masih belum mengalami perubahan dan cenderung sepi.

“Semoga di pekan keempat jelang Nataru terjadi perubahan. Meskipun tidak membludaknya anak rantau pulang ke Toba, setengah dari jumlah tahun sebelumnya saja sudah disyukuri, mengingat kondisi saat ini yang tidak stabil, baik dari sisi keuangan maupun cuaca,” tutur Monang.

“Ada kemungkinan pada 23–24 Desember arus mudik akan bertambah, tetapi bisa saja tidak. Kondisi ekonomi yang sulit saat ini, ditambah cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana, memungkinkan anak rantau enggan mudik,” kata Edward menambahkan, Sabtu (20/12/2025). (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN