Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
SUMUT

Rusak Parah, ‎Perlintasan KA di Simpang Lima Batu Bara Harus Segera Diperbaiki

Mistar.idSenin, 23 Februari 2026 12.34
journalist-avatar-top
EP
rusak_parah_perlintasan_ka_di_simpang_lima_batu_bara_harus_segera_diperbaiki

Kondisi perlintasan KA di Simpang Lima Desa Lalang yang rusak dan berlubang. (foto: FB Julang Ndn/Mistar)

news_banner

‎Batu Bara, MISTAR.ID

‎Perlintasan sebidang Kereta Api jalur Bandar Tinggi - Kuala Tanjung di Simpang Lima, Desa Lalang, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara tidak rata dan dipenuhi lubang.

Kondisi ini menyebabkan sulitnya kendaraan terlebih sepeda motor saat melewati perlintasan. ‎Bahkan kerusakan perlintasan kerap menimbulkan pengendara sepeda motor yang terjatuh saat melintas.

‎Kondisi perlintasan yang membahayakan ini diposting pemilik akun Facebook @Julang Ndn, Senin (23/2/2026).

‎"Perlintasan sebidang saat ini mengalami kerusakan cukup parah. Permukaan jalan berlubang dan tidak rata sehingga sangat membahayakan pengguna jalan.

‎Sudah banyak kendaraan khususnya pengendara sepeda motor, yang terjatuh akibat kondisi tersebut," tulisnya dalam postingan tersebut.

‎Dikatakan Julang, risiko kecelakaan semakin tinggi terutama pada malam hari dan saat hujan, karena lubang tertutup genangan air dan kurang terlihat oleh pengendara.

Masih menurut Julang, Komisi 1 DPRD Batu Bara telah menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Balai Teknik Perkeretaapian Divre 1 Sumut, terkait berbagai persoalan di lapangan yang berdampak pada keselamatan warga, Rabu (20/2/2026).

‎Kondisi perlintasan KA di Simpang Lima Desa Lalang yang rusak dan berlubang. (foto: FB Julang Ndn/Mistar)

‎Dari pertemuan tersebut, diharapkan dapat memberikan solusi dan langkah konkret, terutama menyangkut ‎masih banyaknya perlintasan yang terbuka dan belum memiliki pengamanan optimal. Beberapa titik jalan beraspal di perlintasan juga mengalami kerusakan.

‎"Kami mohon agar segera dilakukan pengecekan dan perbaikan secepatnya untuk mencegah terjadinya korban yang lebih serius," ucapnya pada akhir postingan.

‎Kondisi perlintasan KA yang rusak dan membahayakan pengguna jalan dibenarkan Udin, 60 tahun, yang setiap hari membantu pengendara melewati perlintasan di Simpang Lima.