Siantar Siaga Cuaca Ekstrem, BPBD Siapkan Posko 24 Jam

Kepala BPBD Kota Pematangsiantar, Dedi Harahap. (Foto: Dok Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Pemerintah Kota Pematangsiantar mengeluarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor 001/300.2/37536/XI-2025 sebagai respons atas potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda wilayah kota dalam beberapa hari ke depan.
Cuaca ekstrem yang dimaksud adalah hujan berintensitas tinggi, angin kencang, serta risiko banjir dan tanah longsor di sejumlah titik rawan.
Kepala BPBD Kota Pematangsiantar, Dedi Harahap, menyampaikan bahwa Wali Kota menegaskan agar seluruh instansi pemerintah, perangkat kecamatan dan kelurahan, serta masyarakat tetap waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan dini.
"Pemerintah meminta warga aktif memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG dan BPBD agar tidak termakan informasi yang menimbulkan kepanikan," ujar Dedi dikonfirmasi, Rabu (3/12/2025).
Baca Juga: Efisiensi Rp1,1 Miliar, BPBD Pematangsiantar Pastikan Layanan Kebencanaan Tetap Berjalan pada 2026
BPBD Pematangsiantar juga telah menyiagakan posko pengaduan 24 jam untuk menerima seluruh laporan darurat kebencanaan. Masyarakat dapat menghubungi Call Centre BPBD bila terjadi situasi membahayakan seperti pohon tumbang, banjir, hingga tanah longsor.
"Surat edaran tersebut turut mengimbau masyarakat melakukan langkah mandiri, termasuk memeriksa serta membersihkan drainase atau selokan di lingkungan masing-masing agar aliran air tetap lancar," ujarnya.
Bahkan, bagi warga di daerah rawan banjir diminta mengamankan dokumen dan barang penting ke tempat lebih tinggi, serta menghindari aktivitas luar ruangan ketika hujan lebat atau angin kencang.
Di tingkat kecamatan, Wali Kota meminta para camat untuk membentuk posko siaga darurat. Lurah, kepala lingkungan, RW, dan RT diminta meningkatkan respons cepat terhadap setiap kejadian yang berpotensi menimbulkan risiko keselamatan warga.
"Dengan potensi cuaca ekstrem yang bisa datang sewaktu-waktu, Pemerintah Kota menekankan pentingnya kewaspadaan kolektif. Upaya mitigasi dini dinilai krusial untuk meminimalkan dampak dan menjaga keselamatan masyarakat di seluruh wilayah kota," ujarnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan tinggi bakal mengguyur sejumlah wilayah di Indonesia. BMKG mewanti-wanti wilayah rawan bencana untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem tersebut.
Menurut BMKG dinamika atmosfer dalam beberapa hari ke depan menunjukkan Gelombang Rossby Ekuator dan Gelombang Kelvin diprediksi aktif dan memengaruhi atmosfer di beberapa wilayah Indonesia.
Kedua gelombang atmosfer tropis ini dapat meningkatkan area konvergensi dan menguatkan proses pengangkatan massa udara, sehingga memicu pembentukan dan pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan lebat. (hm20)






















