Petani Simalungun Harap KUR Jagung Tak Berhenti di Atas Kertas

Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih menandatangani kerja sama dengan Direktur Utama PT Bank Sumut Heru Mardiansyah di ruang kerja bupati. (foto: Diskominfo Simalungun/Mistar)
Simalungun, MISTAR.ID - Petani di Kabupaten Simalungun menyambut baik rencana penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Mikro Cluster Jagung melalui kerja sama Pemkab Simalungun dan PT Bank Sumut. Mereka berharap program tersebut benar-benar mudah diakses dan tidak berhenti sebagai kesepakatan di atas kertas.
Petani jagung di Kecamatan Panombeian Panei, Putra Sianipar, mengatakan kebutuhan modal masih menjadi persoalan bagi petani, terutama saat memasuki musim tanam. Petani harus menyiapkan biaya untuk benih, pupuk hingga pengolahan lahan.
"Kalau memang ada KUR untuk petani jagung, kami menyambut baik. Modal memang sangat dibutuhkan. Yang kami harapkan proses pengajuannya mudah dan pencairannya tidak lama," kata Putra, Kamis (27/8/2026).
Ia berharap pemerintah dan Bank Sumut segera menjelaskan mekanisme program tersebut kepada petani. Menurutnya, informasi mengenai persyaratan, besaran pinjaman, bunga hingga cara pembayaran perlu diketahui sejak awal.
"Jangan sampai petani tidak tahu bagaimana cara mengajukannya. Kalau sudah ada programnya, sebaiknya petani diberi informasi yang jelas," ujarnya.
Harapan serupa disampaikan petani cabai di Kecamatan Panei, Menri Saragih. Ia berharap kemudahan pembiayaan ke depan tidak hanya menyasar petani jagung, tetapi juga komoditas lainnya.
Menurutnya, biaya produksi cabai cukup besar karena petani harus menyiapkan dana untuk bibit, pupuk, obat-obatan hingga kebutuhan perawatan tanaman.
"Petani cabai juga membutuhkan modal, begitu juga dengan komoditas yang lain. Kalau ada pinjaman dengan bunga yang ringan, tentu sangat membantu," kata Menri.
KUR Mikro Cluster Jagung merupakan salah satu poin kerja sama Pemkab Simalungun dengan PT Bank Sumut yang ditandatangani di Kantor Bupati Simalungun, Pematang Raya, Rabu (26/8/2026).
Kesepakatan tersebut diteken Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih bersama Direktur Utama PT Bank Sumut Heru Mardiansyah.
Heru mengatakan Bank Sumut berkomitmen mendukung pemerintah daerah dalam memperluas akses pembiayaan dan menggerakkan perekonomian masyarakat.
Selain KUR jagung, kerja sama itu mencakup penerapan QRISPATI, peluncuran QRIS Dinamis PBB dan Smart Cash.
Bupati Anton mengatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari pembenahan pengelolaan keuangan daerah. Pemanfaatan layanan perbankan digital diharapkan membuat transaksi pemerintah lebih tertib dan mudah diawasi.
"Prinsipnya, setiap rupiah yang dikelola pemerintah harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," katanya.
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan High Level Meeting (HLM) terkait kesiapan Kabupaten Simalungun dalam penerapan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) bersama OJK Provinsi Sumatera Utara. (*)
























