Thursday, August 27, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Investasi KEK Sei Mangkei Tembus US$1,87 Miliar, UOI Jadi Penopang Ekspor

Mistar.idKamis, 27 Agustus 2026 pukul 09.12 WIB
investasi_kek_sei_mangkei_tembus_us187_miliar_uoi_jadi_penopang_ekspor

Peresmian pengembangan operasional UOI di KEK Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun. (Foto: Diskominfo Simalungun/Mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID - Aktivitas industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, terus menunjukkan peningkatan. Hingga pertengahan 2026, kawasan industri tersebut telah menghimpun investasi sebesar US$1,87 miliar dari 29 pelaku usaha dan menyerap lebih dari 16.000 tenaga kerja.

Perkembangan itu semakin terlihat setelah PT Unilever Oleochemical Indonesia (UOI) meresmikan pengembangan operasional produksinya di Marvel 3 Hall, KEK Sei Mangkei, Rabu (26/8/2026).

Fasilitas UOI diproyeksikan mampu mengirim hingga 600.000 ton produk oleokimia ke lebih dari 30 negara. Nilai ekspornya diperkirakan dapat mencapai US$800 juta.

Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang mengatakan, UOI menjadi salah satu penopang penting aktivitas ekspor di kawasan tersebut. Pada semester I 2026, ekspor UOI tercatat US$403 juta atau lebih dari separuh total ekspor KEK Sei Mangkei yang mencapai US$778 juta.

"Keberhasilan investasi tidak semata-mata diukur dari besarnya modal yang masuk maupun tingginya volume produksi," kata Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya saat menyampaikan sambutan Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution.

Menurut Surya, keberadaan industri besar harus memberikan dampak langsung kepada masyarakat sekitar. Pengembangan kawasan industri diharapkan tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga meningkatkan kemampuan tenaga kerja lokal dan membuka ruang bagi UMKM.

"Kita ingin industri besar tumbuh bersama masyarakat. Keterlibatan UMKM dan tenaga kerja lokal akan membuat manfaat ekonomi dari keberadaan KEK Sei Mangkei ini dirasakan secara inklusif dan merata," ujarnya.

Pemerintah pusat juga menyiapkan dukungan infrastruktur energi untuk menjaga keberlanjutan industri di kawasan tersebut.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan, salah satu proyek strategis yang disiapkan adalah pembangunan jaringan pipa gas Dumai-Sei Mangkei dengan nilai investasi sekitar Rp3,5 triliun.

Jaringan tersebut diharapkan memberikan kepastian pasokan gas bagi industri. Pemerintah juga memperkuat pasokan listrik melalui percepatan operasional PLTA Batang Toru berkapasitas 510 MW dan PLTA Asahan 3 sebesar 150 MW, termasuk mengoptimalkan potensi panas bumi di Sumatera Utara.

"Dengan ketersediaan gas, listrik terbarukan, dan bahan baku yang cukup di dalam satu ekosistem KEK Sei Mangkei, daya saing produk industri kita di pasaran global akan menjadi sangat tinggi," kata Yuliot sewaktu mengikuti peresmian.

Bagi Pemerintah Kabupaten Simalungun, pertumbuhan KEK Sei Mangkei menjadi peluang yang harus diikuti dengan peningkatan manfaat bagi masyarakat daerah.

Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih mengatakan investasi yang terus masuk ke kawasan tersebut diharapkan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, sekaligus memperluas kesempatan bagi pelaku usaha dan UMKM lokal.

"Keberadaan KEK Sei Mangkei harus mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Simalungun," ujarnya.

Anton menekankan, besarnya investasi di KEK Sei Mangkei harus berjalan seiring dengan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, dan masyarakat. Tujuannya agar pertumbuhan industri tidak berhenti pada angka investasi dan ekspor, tetapi juga terasa di tingkat masyarakat sekitar kawasan. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN