BPBD Simalungun Ingatkan Kecamatan hingga Nagori Waspadai Banjir dan Longsor

Sisa-sisa material banjir merusak rumah warga di Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, pascabanjir bandang pada Maret 2025. (Foto: Indra/Mistar)
Simalungun, MISTAR.ID - BPBD Kabupaten Simalungun meminta pemerintah kecamatan hingga nagori dan kelurahan memperketat pemantauan wilayah menyusul kondisi cuaca yang berpotensi memicu bencana.
Kepala BPBD Simalungun, Budiman Silalahi, mengatakan banjir, longsor, dan cuaca ekstrem perlu diantisipasi sejak sekarang. Ia meminta camat, lurah, dan pangulu melakukan pemantauan di wilayah masing-masing.
"Mari kita tingkatkan lagi kesiapsiagaan di wilayah kerja masing-masing terhadap potensi banjir, longsor, cuaca ekstrem dan bencana lainnya," kata Budiman, Rabu (26/8/2026).
Budiman meminta aparat di wilayah masing-masing mengetahui kondisi daerahnya, terutama lokasi yang selama ini memiliki potensi terdampak banjir maupun longsor.
Menurutnya, laporan dari lapangan menjadi bagian penting dalam penanganan bencana. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula langkah yang dapat dilakukan pemerintah.
"Kita tingkatkan koordinasi efektif lintas sektor," ujarnya.
Ia juga meminta setiap kejadian maupun perkembangan situasi kebencanaan segera disampaikan kepada BPBD atau pemerintah setempat.
"Mohon agar dapat menginformasikan kejadian kebencanaan ataupun perkembangan kebencanaan di daerah masing-masing," katanya.
BPBD mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan perubahan cuaca dan kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal. Warga yang melihat air mulai meluap, pergerakan tanah, atau tanda lain yang mengarah pada bencana diminta segera melaporkannya.
Budiman mengatakan kesiapsiagaan perlu dilakukan sebelum keadaan memburuk. Dengan pemantauan dan laporan yang cepat, penanganan di lapangan diharapkan tidak terlambat. (hm25)

















