Tuesday, June 23, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Haul ke-112 Raja Sangnaualuh Damanik Jadi Ruang Refleksi Nilai Kepemimpinan

Mistar.idKamis, 23 April 2026 pukul 23.01 WIB
haul_ke112_raja_sangnaualuh_damanik_jadi_ruang_refleksi_nilai_kepemimpinan

Forkopimda Pematangsiantar hadiri kegiatan Haul ke-112 Raja Sangnaualuh di Masjid Raya, Timbang Galung, Siantar Barat, Kamis (23/4/2026). (foto:hamzah/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Peringatan Haul ke-112 Raja Sangnaualuh Damanik bukan sekadar seremoni tahunan. Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun ke-155 Kota Pematangsiantar ini menjelma sebagai ruang refleksi untuk menggali kembali nilai-nilai kepemimpinan, perjuangan, dan juga pengabdian sang raja dalam membangun peradaban.

Dalam suasana khidmat, masyarakat diajak menelusuri kembali jejak sejarah Raja Siantar yang dikenal sebagai pemimpin visioner, bukan hanya karena keberanian dan ketegasannya, tetapi juga komitmennya dalam menjaga persatuan, adat, serta harmoni sosial.

Nilai-nilai inilah yang dinilai tetap relevan di tengah masyarakat saat ini. Peringatan haul ini secara konsisten digelar setiap tahun sebagai bentuk penghormatan terhadap para leluhur dan tokoh-tokoh yang telah melakukan pembangunan kota.

Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, menyampaikan bahwa momentum haul ini sekaligus menjadi pengingat bersama bahwa kemajuan Pematangsiantar hari ini tidak terlepas dari peran besar para pendahulu.

"Sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dijadikan pedoman. Beliau juga sosok pemimpin yang tidak hanya dikenal karena keberanian dan kebijaksanaannya, tetapi juga karena komitmennya dalam menjaga persatuan, nilai-nilai adat, keharmonisan di tengah masyarakat," ujar Wesly Silalahi, Rabu (23/4/2026).

Semangat inilah yang sepatutnya kita warisi dan kita implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat saat ini. Peringatan haul ini bukan sekadar mengenang wafatnya sang raja, tetapi momentum penting untuk meneladani nilai kepemimpinan, perjuangan, serta pengabdian dalam sejarah Kota Pematangsiantar.

"Semangat inilah yang sepatutnya kita warisi dan kita implementasikan dalam kehidupan bermasyarakat saat ini," ujarnya.

Rangkaian acara turut diisi dengan pemaparan sejarah oleh Sohibul Ansor yang mengulas perjalanan dan kepemimpinan Raja Siantar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan yasinan dan doa bersama sebagai bentuk penghormatan spiritual sekaligus harapan akan keberkahan bagi masyarakat.

Sebelum wali kota menyampaikan sambutannya, cicit Raja Sangnaualuh Damanik, Difi Sang Nuan Damanik, juga sempat menceritakan kilas balik perihal kepemimpinan sang raja. (hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN