Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Harmoni Malam Puncak Cap Go Meh di Siantar: Toleransi Jadi Pondasi Utama

Mistar.idMinggu, 1 Maret 2026 00.39
journalist-avatar-top
AS
harmoni_malam_puncak_cap_go_meh_di_siantar_toleransi_jadi_pondasi_utama

Acara malam puncak Cap Go Meh di Pematangsiantar. (foto: abdi/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Puncak perayaan Cap Go Meh yang digelar di pusat Kota Pematangsiantar, Sabtu (28/2/2026) malam, berlangsung meriah.

Ribuan warga memadati area festival untuk menyaksikan atraksi barongsai, naga, dan panggung hiburan budaya yang menandai berakhirnya rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek.

Sekretaris Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Pematangsiantar, Chandra menyampaikan permohonan maaf terkait jadwal acara yang sedikit mundur dari agenda semula. Ia menegaskan keputusan tersebut diambil melalui kesepakatan bersama seluruh panitia.

"Kami melaporkan kegiatan malam puncak ini dimulai sedikit terlambat dari jadwal awal. Kami dengan sengaja menanti hingga pelaksanaan salat Tarawih di masjid-masjid sekitar selesai. Bagi kami, menghargai saudara-saudara umat Muslim yang beribadah jauh lebih penting daripada sekadar mengejar waktu jadwal acara," ujarnya.

Chandra mengatakan perayaan Cap Go Meh bukan hanya untuk masyarakat Tionghoa, akan tetapi tapi untuk menghibur semua kalangan masyarakat.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta dari lintas agama hadir semua," katanya.

Di tempat yang sama, Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, menyampaikan apresiasi kepada DPD Walubi Kota Pematangsiantar atas terselenggaranya perayaan Cap Go Meh dengan baik dan meriah.

"Kegiatan ini bukan hanya menjadi momentum keagamaan bagi umat Buddha, tetapi menjadi bagian dari kekayaan budaya dan keberagaman yang mempererat persaudaraan di tengah masyarakat kita," ucapnya.

Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi memberikan sambutan dalam acara malam puncak Cap Go Meh. (foto: abdi/mistar)

Wesly menjelaskan, Cap Go Meh yang menandai puncak rangkaian perayaan Imlek memiliki makna harapan baru, semangat kebajikan, serta tekad menjalani kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru.

"Nilai-nilai seperti persaudaraan, gotong royong, kepedulian dan saling menghormati adalah pondasi penting dalam membangun Kota Pematangsiantar yang harmonis dan maju," tuturnya.

Ia menambahkan melalui kegiatan seperti ini, bisa meneguhkan komitmen bersama untuk merawat toleransi, memperkuat kerukunan antar umat beragama, serta menjaga suasana aman dan kondusif ditengah masyarakat.

"Pemerintah Kota Pematangsiantar akan terus mendukung setiap kegiatan keagamaan dan kebudayaan yang membawa dampak positif bagi persatuan dan pembangunan daerah," katanya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN