Efisiensi Anggaran, Petugas Kebersihan di Parapat Menyusut Jadi 26 Orang

Pengunjung memadati pantai di sekitar Pesanggrahan Soekarno di Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon dalam momen libur.(foto: Indra/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Jumlah petugas kebersihan di kawasan wisata Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon (Girsib), Kabupaten Simalungun, berkurang akibat kebijakan efisiensi.
Di kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) Danau Toba tersebut, jumlah petugas yang sebelumnya 40 orang kini tersisa 26 orang.
Pengurangan personel terjadi di tengah tingginya volume sampah di Parapat yang mencapai sedikitnya 12 ton per hari.
Camat Girsib, Victor Saragih, mengatakan kondisi tersebut memaksa pemerintah kecamatan turun tangan untuk menjaga ritme pelayanan kebersihan tetap stabil, terutama di titik-titik padat aktivitas wisata dan perdagangan.
"Mau tidak mau, kecamatan tetap harus memberikan dukungan supaya pelayanan kebersihan di Parapat tetap berjalan lancar," ujar Victor, Rabu (11/2/2026).
Ia menjelaskan, setiap hari tiga unit truk sampah dioperasikan. Masing-masing truk melakukan dua kali perjalanan. Pada akhir pekan dan musim libur, volume sampah berpotensi meningkat seiring lonjakan kunjungan wisatawan.
Menurut Victor, kebersihan Parapat bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut citra Danau Toba sebagai destinasi wisata prioritas nasional.
“Karena itu, koordinasi di tingkat kecamatan, kelurahan, hingga pengelola kebersihan terus diperkuat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Simalungun, Daniel Silalahi, memastikan bahwa kontrak kerja sama pengelolaan kebersihan di empat wilayah telah rampung dan mulai efektif sejak 1 Februari 2026.
"Semua sudah berjalan per 1 Februari," kata Daniel.
Empat wilayah tersebut meliputi Parapat, Raya, Perdagangan, dan Saribudolok. Dari keseluruhan wilayah kerja sama, Parapat memperoleh alokasi personel terbanyak karena statusnya sebagai kawasan wisata.
"Parapat paling banyak, 26 personel, karena ini wilayah pariwisata," ujarnya.
Dengan kontrak yang telah berjalan dan dukungan tambahan dari pemerintah kecamatan, Pemkab Simalungun berharap pengelolaan sampah di Parapat tetap terkendali. (hm20)
BERITA TERPOPULER























