Tuesday, June 23, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

DPRD Pematangsiantar Gelar Paripurna HUT ke-155, Tekankan Nilai Kebersamaan dan Sejarah Raja Sangnaualuh

Mistar.idJumat, 24 April 2026 pukul 12.29 WIB
dprd_pematangsiantar_gelar_paripurna_hut_ke155_tekankan_nilai_kebersamaan_dan_sejarah_raja_sangnaualuh

Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Pematangsiantar dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar tahun 2026 berlangsung khidmat, Jumat (24/4/2026). (Foto : Hamzah/ mistar.id).

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Pematangsiantar dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar tahun 2026 berlangsung khidmat, Jumat (24/4/2026).

Dalam sidang tersebut, Ketua DPRD Kota Pematangsiantar, Timbul Lingga, selaku pimpinan rapat mengajak seluruh Forkopimda, masyarakat, dan tamu undangan untuk memanjatkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas terselenggaranya peringatan hari bersejarah tersebut.

“Paripurna ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum refleksi atas perjalanan panjang pembangunan Kota Pematangsiantar sejak berdiri pada 24 April 1871. Momentum ini sekaligus menjadi pijakan untuk memperkuat komitmen dalam membangun kota ke arah yang lebih baik di masa depan,” ujar Timbul Lingga dalam paripurna istimewa tersebut.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa nilai-nilai kepemimpinan Raja Sangnaualuh Damanik menjadi inspirasi penting bagi masyarakat dan penyelenggara pemerintahan di Pematangsiantar. Sosok raja tersebut dikenal memiliki karakter bertanggung jawab, teguh pendirian, rendah hati, serta berpihak kepada rakyat dan menentang penindasan.

“Nilai-nilai tersebut merupakan bagian dari kearifan lokal yang terus dijaga dan diwariskan di Kota Pematangsiantar,” ucapnya.

Ia juga menekankan bahwa filosofi hidup yang diwariskan, seperti semangat kebersamaan, saling menghormati, dan saling membangun, harus menjadi pedoman dalam menjalankan roda pemerintahan.

Hal itu sejalan dengan semangat Sapangambei Manoktok Hitei Haganupan Simadassi yang mencerminkan pentingnya persatuan dan gotong royong.

Selain itu, peringatan hari jadi kota juga mengingatkan kembali sejarah perjuangan Raja Sangnaualuh Damanik melawan penjajahan Belanda hingga akhirnya diasingkan ke Bengkalis dan wafat di sana. Pengorbanan tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah Kota Pematangsiantar.

Melalui paripurna ini, DPRD Kota Pematangsiantar menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-155 kepada seluruh masyarakat. Diharapkan, peringatan ini dapat memperkuat rasa cinta dan memiliki terhadap kota, serta mendorong seluruh elemen masyarakat untuk terus bekerja keras, cerdas, dan ikhlas dalam membangun daerah.

Sebelum dilanjutkan ke pidato Wali Kota, sebagai penutup, Timbul Lingga menegaskan bahwa Kota Pematangsiantar adalah rumah bersama yang harus dijaga dengan semangat kebersamaan, toleransi, dan gotong royong, dengan Pancasila sebagai fondasi utama dalam mempersatukan keberagaman.

Sementara itu, Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, dalam pidatonya menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-155 Kota Pematangsiantar tahun ini mengangkat tema bahwa kota ini adalah rumah bagi semua, tempat masyarakat tumbuh, berkarya, dan membangun masa depan.

“Kami akan terus berupaya menyusun kebijakan demi pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, meningkatkan tata kelola pemerintahan, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif guna membuka peluang kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Pematangsiantar,” ujar Wesly Silalahi.

“Kami juga berupaya mempertahankan, meningkatkan, dan meraih prestasi sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat,” tambahnya.

Ia juga menuturkan bahwa Kota Pematangsiantar dibangun dengan pondasi kuat oleh para pendahulu, termasuk Raja Sangnaualuh Damanik, dengan poda atau nilai-nilai luhur yang menjadi kearifan lokal masyarakat. Nilai-nilai tersebut akan senantiasa menjadi pedoman moral dalam kehidupan bersama.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN