Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Distribusi Air Bersih Terganggu di Parapat Setiap Musim Libur, Warga Minta Solusi PDAM

Mistar.idSenin, 15 Desember 2025 20.04
journalist-avatar-top
IH
distribusi_air_bersih_terganggu_di_parapat_setiap_musim_libur_warga_minta_solusi_pdam

Wisatawan saat berlibur di Danau Toba Parapat, Simalungun. (foto: Indra/mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID

Warga Parapat mulai mewanti-wanti potensi krisis air bersih yang kerap terjadi setiap musim liburan. Lonjakan jumlah wisatawan dan tingkat hunian hotel disebut menjadi pemicu utama berkurangnya pasokan air ke pemukiman warga.

Hal itu disampaikan warga Jalan Joseph Sinaga, Parapat, Leonardo Sirait, Senin (15/12/2025). Menurutnya, kondisi kekurangan air hampir selalu berulang saat masa libur panjang.

"Kalau sudah musim libur, pasti payah air. Bisa seharian tidak jalan. Biasanya tengah malam baru mengalir, jadi terpaksa stok air mulai malam," ujar Leonardo, yang juga mengelola penginapan kelas melati di Parapat saat dihubungi wartawan.

Keluhan senada disampaikan warga Parapat lainnya, Niko Sinaga, warga Kelurahan Parapat. Ia berharap ada solusi jangka panjang dari pemerintah daerah dan PDAM agar masalah air tidak terus berulang setiap momen libur.

"Setiap libur panjang pasti begini. Warga yang duluan merasakan dampaknya, sementara hotel-hotel tetap jalan. Harapannya ada pengaturan yang adil antara kebutuhan warga dan pariwisata," katanya.

Kondisi serupa tidak hanya terjadi di Parapat. Warga di wilayah Sidamanik juga belakangan ini mengeluhkan terbatasnya distribusi air bersih. Bahkan, sistem pembagian air dilakukan secara bergiliran antarwilayah.

"Gantian sistemnya. Pagi sampai setengah hari sebelah kiri, setengah hari sampai malam sebelah kanan. Minggu depan baru kami lagi yang dapat jatah pagi," kata warga Sidamanik.

Menanggapi keluhan yang kerap muncul setiap musim liburan di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, PDAM Tirta Lihou menyatakan akan menyiagakan tandon dan mengirimkan tangki air ke wilayah Parapat sebagai langkah antisipasi.

Direktur PDAM Tirta Lihou, Dody Ridhowin Mandalahi, menyampaikan saat ini debit air mengalami penurunan. Namun, pihaknya memastikan distribusi air tetap berjalan, meski dengan keterbatasan.

"Sekarang memang debit air menurun. Di Parapat, rumah-rumah yang berada di dataran tinggi, terutama sekitar Hotel Niagara, memang agak sulit kebagian. Tapi air tetap sampai, biasanya tengah malam," katanya.

Sementara untuk wilayah Sidamanik, PDAM menyebut telah melakukan upaya teknis dengan memperdalam pipa hingga tiga meter. Namun, hasilnya belum maksimal.

"Sudah kami perdalam sampai tiga meter, tapi ternyata masih kurang. Alirannya juga tidak deras karena debit airnya memang menurun," ujarnya.

Masyarakat berharap penanganan yang dilakukan tidak hanya bersifat sementara, melainkan disertai solusi jangka panjang agar krisis air bersih tidak terus berulang setiap musim liburan, terutama di kawasan wisata unggulan Danau Toba seperti Parapat.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN