Catat Tanggalnya! 700 Peserta Siap Semarakkan HUT ke-155 Kota Pematangsiantar

Rapat pelaksanaan karnval untuk menyemarakkan hari jadi Kota Pematangsiantar ke- 155 Tahun. (foto:istimewa/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Puncak peringatan Hari Jadi ke-155 Kota Pematangsiantar dipastikan berlangsung semarak. Pemerintah Kota bersama aparat kepolisian menyiapkan gelaran Karnaval Pesta Rakyat pada Jumat (24/04/2026), yang akan mengubah wajah pusat kota menjadi lautan hiburan dan budaya.
Sebagai konsekuensi dari perhelatan akbar ini, dua ruas utama, yakni Jalan Merdeka dan Jalan Sutomo, akan ditutup untuk arus lalu lintas kendaraan mulai pukul 14.00 hingga 18.00 WIB. Penutupan ini merupakan hasil koordinasi antara Pemko dan Polres Pematangsiantar guna memastikan karnaval berlangsung aman dan tertib.
Kepala Dinas Pariwisata, Hamzah Fanshuri Damanik, mengatakan bahwa rekayasa lalu lintas telah disiapkan secara matang. Kendaraan dari arah Jalan Ahmad Yani menuju pusat kota akan dialihkan melalui jalur alternatif Jalan Letjen S. Parman, Sangnaualuh Damanik, Pantoan, dan Jalan Pattimura, lalu ke Pane.
"Sementara arus lalu lintas dari Jalan Gereja diarahkan melewati MH Sitorus, Jalan Sakti Lubis, Jalan Suprapto, Jalan Kartini, Jalan Sudirman hingga Jalan Ade Irma," ujarnya.
Sekretaris Daerah, Junaedi Antonius Sitanggang, menyampaikan bahwa karnaval tak hanya soal kemeriahan, tetapi juga pengelolaan mobilitas warga. Ia meminta angkutan umum untuk sementara tidak memasuki halte di sekitar Pasar Horas serta menyiapkan kantong parkir dan rambu pengalihan.
“Lonjakan penonton harus diantisipasi. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci. Dishub, Satpol PP, hingga PD Pasar Horas Jaya bakal dilibatkan,” tuturnya.
Sementara itu, karnaval dijadwalkan mulai pukul 15.00 WIB dengan estimasi sekitar 700 peserta dari berbagai unsur, mulai dari jajaran Pemko, TNI-Polri, swasta, pelajar, komunitas budaya, hingga para model.
Rute yang dilalui akan membentang dari halaman DPRD, Balai Kota, Pasar Horas, Suzuya Merdeka Mall, Taman Makam Pahlawan, Ramayana, kembali ke Pasar Horas, melintas Polres Pematangsiantar, dan berakhir di Lapangan Adam Malik.
Dengan konsep pesta rakyat yang inklusif, karnaval ini diharapkan menjadi momentum kebersamaan sekaligus etalase berbagai keberagaman budaya yang ada di Kota Pematangsiantar. (hm27)
















