Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

BPBD Siantar Sebut Bantuan Dasar untuk 30 KK Korban Cuaca Buruk Sudah Disalurkan

Mistar.idMinggu, 15 Februari 2026 pukul 17.05 WIB
bpbd_siantar_sebut_bantuan_dasar_untuk_30_kk_korban_cuaca_buruk_sudah_disalurkan_

Atap rumah warga terbang akibat hujan deras disertai angin puting beliung yang menerjang Pematangsiantar. (foto: BPBD Pematangsiantar/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Hujan deras disertai angin puting beliung yang menerjang Kota Pematangsiantar, Jumat (13/2/2026) sore, menyisakan dampak bagi puluhan keluarga. Data yang dihimpun dari BPBD mencatat 30 kepala keluarga (KK) terdampak, meliputi 7 KK ada di Kecamatan Siantar Barat dan 23 KK di Kecamatan Siantar Sitalasari.

Sehari berselang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pematangsiantar mulai bergerak. Kepala BPBD Kota Pematangsiantar, Dedi Harahap, mengatakan pihaknya telah menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.

"Bantuan untuk kebutuhan sehari-hari sudah kami serahkan hari ini," ujar Dedi dikonfirmasi, Minggu (15/2/2026).

Langkah distribusi logistik menjadi respons awal pemerintah kota dalam situasi darurat. Namun, tindak lanjut BPBD tak berhenti pada penyaluran bantuan. Peristiwa angin kencang yang merusak atap rumah warga ini kembali menguji kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi cuaca ekstrem yang belakangan kian sulit diprediksi.

Bagi 30 keluarga terdampak, bantuan logistik mungkin cukup untuk hari ini. Tetapi bagi pemerintah daerah, pekerjaan rumahnya jauh melampaui itu bagaimana memastikan hujan dan angin berikutnya tak lagi menghadirkan kerentanan yang sama.

Diberitakan sebelumnya, hujan deras disertai angin kencang yang terjadi 13 Februari membuat wajah Pematangsiantar berubah dalam hitungan jam. Jalanan yang biasanya riuh oleh aktivitas warga mendadak dipenuhi batang pohon tumbang, sementara atap rumah terbangan diterpa angin.

Satu unit rumah warga di Jalan Batu Permata Raya 14, Kelurahan Bah Kapul, mengalami kerusakan pada bagian atap. Angin kencang merobek seng dan menggeser rangka penutup rumah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerusakan ini menjadi pengingat bahwa kawasan permukiman padat di kota ini masih rentan terhadap cuaca ekstrem.

Pohon tumbang terjadi di Jalan Simbolon, Jalan Singa tepat di depan Rumah Singgah dan SD Taman Cahaya, serta di Jalan Kotanopan. Di beberapa lokasi, arus lalu lintas sempat tersendat sebelum petugas gabungan melakukan pembersihan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN