Blackout di Sumatra Lumpuhkan UMKM, Pengamat USI Sebut Ancaman Serius bagi Ekonomi Regional

Pengamat Ekonomi dari Universitas Simalungun (USI), Dr. Darwin Damanik. (Foto: Abdi/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Pemadaman listrik massal (blackout) yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra belakangan ini bukan sekadar persoalan lampu padam. Gangguan besar pada jaringan kelistrikan tersebut dinilai memicu efek domino yang melumpuhkan roda perekonomian masyarakat, dengan dampak paling besar dirasakan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Pengamat ekonomi dari Universitas Simalungun (USI), Dr. Darwin Damanik, menegaskan bahwa kondisi blackout memiliki multiplier effect (efek berganda) yang sangat signifikan terhadap aktivitas ekonomi dan dunia usaha.
Menurut Darwin, sektor UMKM menjadi kelompok paling rentan dan mengalami kerugian paling besar akibat minimnya mitigasi energi.
“UMKM menjadi sektor paling rapuh karena mayoritas pelaku usaha tidak memiliki generator listrik cadangan (genset). Usaha seperti warung makan, industri rumahan, toko kelontong, dan pangkas rambut praktis berhenti beroperasi selama pemadaman. Ini berarti hilangnya pendapatan harian secara langsung,” ujar Darwin kepada Mistar.id, Senin (25/5/2026).
Bagi pedagang kecil, satu hari tanpa listrik berarti tidak ada pemasukan, sementara kebutuhan hidup dan biaya usaha tetap berjalan.
Industri Besar Hadapi Lonjakan Biaya dan Risiko Kerusakan Mesin
Dampak blackout juga dirasakan dunia usaha skala besar, seperti sektor manufaktur dan industri, meskipun mereka memiliki sistem daya cadangan.
Darwin memaparkan dua ancaman utama yang dihadapi industri besar saat blackout terjadi. Pertama, lonjakan operational expenditure (OpEx). Meski memiliki genset, biaya operasional perusahaan meningkat drastis karena bahan bakar generator industri jauh lebih mahal dibanding tarif listrik PLN.
Kedua, risiko kerusakan mesin produksi. Fluktuasi tegangan atau voltage dip saat pemadaman mendadak berpotensi merusak mesin produksi yang sensitif. Akibatnya, hasil produksi menjadi cacat (defect) dan tidak memenuhi standar pasar.
Lebih lanjut, Darwin menilai blackout turut melumpuhkan infrastruktur penopang kehidupan perkotaan yang memicu kerugian material bagi rumah tangga melalui tiga jalur kritis.
1. Putusnya Rantai Pasok Rumah Tangga
Bahan makanan dan komoditas basah yang disimpan di lemari pendingin milik warga maupun pedagang kecil membusuk akibat pemadaman berjam-jam. Kondisi ini memicu kerugian finansial yang tidak sedikit.
2. Ancaman terhadap Layanan Publik Vital
Fasilitas kesehatan seperti rumah sakit terpaksa mengalihkan pasokan daya ke genset darurat dengan biaya operasional tinggi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan alat pacu jantung, ruang ICU, dan ruang operasi tetap berfungsi.
3. Kerusakan Peralatan Elektronik Warga
Voltase listrik yang tidak stabil saat listrik hidup-mati secara mendadak menyebabkan banyak perangkat elektronik rumah tangga mengalami kerusakan, mulai dari AC, kulkas, hingga televisi.
Darwin menjelaskan, total kerugian ekonomi akibat blackout berskala besar tidak dapat dihitung menggunakan satu angka absolut. Para ekonom biasanya menggunakan pendekatan khusus bernama Value of Lost Load (VOLL).
Metode VOLL mengukur nilai ekonomi dari setiap kilowatt-hour (kWh) listrik yang gagal disalurkan kepada konsumen. Rumus dasarnya ialah:
Total Kerugian=Energi Tidak Tersalurkan (kWh)×Nilai VOLL per kWh\text{Total Kerugian} = \text{Energi Tidak Tersalurkan (kWh)} \times \text{Nilai VOLL per kWh}Total Kerugian=Energi Tidak Tersalurkan (kWh)×Nilai VOLL per kWh
“Nilai VOLL mencerminkan besarnya kerugian output barang dan jasa akibat hilangnya satu unit daya listrik di suatu wilayah. Dari sini dapat dilihat bahwa pemadaman massal bukan hanya persoalan teknis PLN, tetapi ancaman serius bagi pertumbuhan ekonomi regional,” pungkas Darwin.
Masyarakat dan pelaku usaha kini mendesak otoritas ketenagalistrikan untuk melakukan evaluasi menyeluruh, sekaligus memberikan kompensasi dan jaminan agar blackout serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.
PREVIOUS ARTICLE
Rajin Saragih Terpilih Kembali sebagai Ketua PMI PematangsiantarBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















