Air PDAM Mati Sepekan Jelang Natal, Pengelola Guest House di Siantar Merugi

Kabag Humas Perumda Tirta Uli, Dorlim Pasaribu. (Foto: Hamzah/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Keluhan terhadap pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kembali mencuat. Seorang warga di Jalan Danau Tondano, Herry Hutasoit, pemilik Bantan Guest House, mengeluhkan pasokan air bersih yang terhenti sejak 19 Desember 2025 dan hingga saat ini belum pulih secara normal.
Menurut keterangan Herry dan keluarganya, air sempat mengalir namun hanya dalam waktu singkat dan jumlahnya sangat terbatas.
“Air hanya mengalir sebentar dan paling banyak hanya bisa ditampung dua ember ukuran 15 liter,” kata Herry kepada Mistar, Rabu (24/12/2025).
Lanjutnya, kondisi air yang tidak mengalir secara normal ini juga dirasakan pihak keluarga yang saat ini berada di lokasi. Kondisi tersebut dinilai sangat merugikan, mengingat Bantan Guest House masih menerima tamu, terlebih menjelang perayaan Natal.
Akibat krisis air bersih, pengelola dan tamu terpaksa membeli air isi ulang untuk kebutuhan mandi dan kebersihan sehari-hari. Bahkan, anggota keluarga pengelola harus mengungsi sementara karena tidak tersedianya air bersih.
Keluhan telah disampaikan berulang kali melalui call center PDAM serta langsung kepada jajaran direksi. Namun hingga kini, solusi yang diberikan belum mampu mengatasi permasalahan yang dikeluhkan warga.
Dengan terhambatnya pasokan air, Herry dan keluarganya menduga gangguan pasokan air ini berkaitan dengan proyek pemasangan pipa distribusi di wilayah dataran tinggi yang dikerjakan menjelang akhir tahun.
Proyek tersebut diduga berdampak langsung pada terganggunya suplai air ke wilayah Kota Pematangsiantar dan sekitarnya. Bahkan, warga mempertanyakan kebijakan percepatan proyek yang dilakukan tepat menjelang hari besar keagamaan.
“Seharusnya PDAM bisa mengantisipasi dampak pekerjaan proyek, apalagi ini menjelang Natal, saat kebutuhan air bersih meningkat,” keluhnya.
Kekecewaan terhadap pelayanan ini membuat pengelola guest house mempertimbangkan untuk berhenti menjadi pelanggan PDAM dan beralih menggunakan sumur bor atau sumber air tanah, yang telah dilakukan oleh sejumlah warga lain.
Kasus ini menambah daftar panjang keluhan masyarakat terhadap pelayanan air bersih di daerah tersebut. Warga berharap PDAM tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memastikan pelayanan dasar kepada pelanggan tetap berjalan optimal, terutama pada momen-momen penting bagi masyarakat.
Sementara itu, Kabag Humas Perumda Tirta Uli, Dorlim Pasaribu, yang dikonfirmasi terkait keluhan masyarakat tersebut, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menelusuri permasalahan dan diupayakan dapat diselesaikan hari ini.
“Saya dapat informasi dari pihak teknik, mereka sedang mencari permasalahannya. Sejauh ini tidak ada kaitannya dengan pekerjaan pemasangan pipa yang saat ini sedang dilakukan. Namun rekan-rekan teknik sedang mencari permasalahannya, Bang,” ujarnya. (hm25)























