Tak Banyak yang Tahu, Ini Lima Fenomena Langit Aneh tapi Nyata

Fenomena kemunculan Aurora. (foto:space/auroraborealis atau northernlights/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Langit di atas kita menyimpan berbagai adegan yang kadang sulit dipercaya, namun nyata adanya. Beberapa peristiwa langit hanya muncul dalam hitungan detik atau pada kondisi yang sangat spesifik, sehingga membuat siapa pun yang menyaksikannya merasa terpesona.
Rasa ingin tahu terhadap fenomena langit ini juga membuka pintu untuk memahami bagaimana atmosfer dan tata surya bekerja secara bersamaan. Mengetahui kapan dan mengapa peristiwa tersebut muncul membuat pengalaman menyaksikannya tidak hanya indah, tetapi juga sarat makna ilmiah. Dalam ulasan ini, terdapat lima peristiwa langit yang jarang terjadi, namun sangat menakjubkan. Berikut daftarnya seperti dilansir Sabtu (27/12/2025).
1. Green flash saat matahari terbenam
Fenomena green flash terjadi ketika ujung atas Matahari sesaat memancarkan warna hijau setelah terbenam. Warna ini muncul akibat pembiasan dan dispersi cahaya oleh lapisan atmosfer. Dilansir dari laman Space.com, fenomena ini biasanya muncul saat kondisi atmosfer tenang dan garis horizon sangat jelas, misalnya di tepi laut dengan cakrawala terbuka.
Momen green flash hanya bertahan beberapa detik, sehingga membutuhkan kesabaran dan sedikit keberuntungan untuk dapat menyaksikannya. Faktor seperti kelembapan, turbulensi udara, atau cakrawala yang terhalang dapat menghilangkan kesempatan melihat fenomena ini. Oleh karena itu, lokasi gelap dan bebas polusi cahaya memberikan peluang terbaik.
2. Noctilucent clouds
Noctilucent clouds atau awan mesosfer malam muncul sangat tinggi di atmosfer dan tampak berkilau biru keperakan setelah senja. Awan ini terbentuk dari kristal es pada ketinggian sekitar 80 kilometer, sehingga hanya muncul ketika kondisi atmosfer sangat dingin dan terdapat uap air di lapisan tinggi.
Melansir laman NASA Earth Observatory, fenomena ini umumnya terjadi di lintang tinggi pada musim panas, namun terkadang dapat terlihat lebih ke selatan pada musim tertentu. Karena terbentuk sangat tinggi, noctilucent clouds hanya terlihat ketika Matahari berada di bawah horizon, tetapi masih menerangi lapisan atmosfer atas.
3. Gegenschein
Gegenschein adalah cahaya samar yang muncul tepat di titik berlawanan dengan posisi Matahari di langit malam. Cahaya ini bukan berasal dari bintang, melainkan pantulan cahaya Matahari dari partikel debu antarplanet yang mengorbit di bidang ekliptika. Mengutip laman APOD, fenomena ini sangat redup sehingga hanya dapat dilihat di langit yang benar-benar gelap.
Untuk menemukannya, carilah titik antisolar sekitar tengah malam ketika ekliptika tegak lurus terhadap horizon. Karena intensitasnya sangat rendah, pengamatan terbaik dilakukan setelah mata sepenuhnya beradaptasi dengan gelap dan dari lokasi seperti dataran tinggi atau padang terbuka yang jauh dari kota.
4. Fireball dan bolide meteor yang meledak di atmosfer
Fireball adalah meteor yang sangat terang dan terkadang berakhir dengan ledakan. Peristiwa ini memancarkan cahaya jauh lebih terang daripada planet dan dapat menghasilkan suara dentuman apabila ledakan terjadi di lapisan atmosfer rendah. Melansir laman American Meteor Society, fireball biasanya berasal dari fragmen komet atau asteroid kecil yang memasuki atmosfer dengan kecepatan tinggi.
Walaupun sebagian besar fireball terbakar habis di udara, beberapa di antaranya dapat meninggalkan fragmen yang jatuh ke permukaan Bumi sebagai meteorit. Peristiwa ini sering terekam oleh kamera pemantau langit dan dapat dianalisis untuk menentukan lintasan serta perkiraan asalnya.
5. Aurora yang menjangkau lintang rendah
Aurora umumnya muncul di wilayah dekat kutub. Namun, saat terjadi badai geomagnetik besar, cahaya aurora dapat meluas hingga ke lintang yang jauh lebih rendah. Aktivitas Matahari, seperti coronal mass ejection atau aliran angin Matahari cepat dari coronal hole, dapat mendorong partikel bermuatan masuk ke atmosfer Bumi sehingga aurora terlihat di wilayah yang jarang mengalaminya.
Penampakan aurora di lintang rendah biasanya berlangsung selama beberapa jam. Untuk dapat menyaksikannya, dibutuhkan langit yang gelap, lokasi jauh dari polusi cahaya, serta pemantauan informasi tingkat aktivitas aurora pada malam tersebut.
Peristiwa langit yang jarang terjadi ini mengingatkan bahwa alam menyediakan tontonan gratis yang sarat dengan ilmu pengetahuan. Mengetahui kondisi pengamatan serta dasar ilmiahnya membuat pengalaman menatap langit berubah dari sekadar rasa kagum menjadi momen edukatif yang dapat dinikmati siapa saja. (idntimes/hm16)






















