NASA Kembangkan Prosesor Komputer yang Didukung AI untuk Pesawat Antariksa

NASA. (Foto: Wbs.ac.uk)
Washington DC, MISTAR.ID
NASA tengah mengembangkan prosesor komputer berperforma tinggi yang dirancang untuk mendukung kecerdasan buatan (AI) di pesawat antariksa. Teknologi ini ditujukan agar wahana generasi mendatang dapat mengambil keputusan secara mandiri tanpa harus terus bergantung pada instruksi dari Bumi.
Chip tersebut diklaim mampu bekerja hingga 500 kali lebih cepat dibanding prosesor tahan radiasi yang saat ini digunakan dalam berbagai misi antariksa.
Pengembangan ini merupakan bagian dari proyek High Performance Spaceflight Computing, sebuah inisiatif NASA untuk meningkatkan kemampuan komputasi pesawat antariksa, terutama untuk misi eksplorasi jarak jauh.
Dengan teknologi baru ini, NASA berharap pesawat antariksa masa depan dapat beroperasi lebih mandiri, khususnya dalam misi ke wilayah yang sangat jauh dari Bumi.
Hasil Uji Awal Dinilai Menjanjikan
Saat ini, banyak pesawat antariksa masih mengandalkan prosesor generasi lama karena terbukti tangguh menghadapi kondisi ekstrem di luar angkasa. Namun, kemampuan komputasinya dinilai tidak lagi memadai untuk mendukung misi-misi generasi berikutnya.
NASA menilai prosesor yang jauh lebih canggih diperlukan untuk mewujudkan wahana otonom, termasuk dalam misi berawak ke Bulan dan Mars.
“Membangun di atas warisan prosesor luar angkasa sebelumnya, sistem multicore baru ini tahan kesalahan, fleksibel, dan memiliki performa yang sangat tinggi,” kata Eugene Schwanbeck, manajer program di NASA Game Changing Development Program, dilansir dari CNN Indonesia, Senin (18/5/2026).
Serangkaian pengujian kini dilakukan oleh para insinyur di Jet Propulsion Laboratory (JPL) milik NASA di California Selatan. Mereka mensimulasikan berbagai kondisi ekstrem yang biasa dihadapi perangkat elektronik di luar angkasa.
“Kami menguji chip baru ini dengan melakukan uji radiasi, thermal, dan guncangan, sambil juga mengevaluasi performanya melalui kampanye uji fungsional yang ketat,” ujar Jim Butler, manajer proyek High Performance Space Computing di JPL.
Chip tersebut harus mampu bertahan dari paparan radiasi tinggi, getaran hebat, dan perubahan suhu ekstrem yang dapat merusak komponen elektronik sensitif.
NASA juga menguji kemampuan prosesor ini menghadapi kondisi yang berkaitan dengan pendaratan di planet lain. Pengujian dimulai sejak Februari dan akan terus berlangsung selama beberapa bulan.
Hasil sementara menunjukkan chip bekerja sesuai harapan dan memberikan performa sekitar 500 kali lebih tinggi dibanding prosesor antariksa yang digunakan saat ini.
NASA meyakini teknologi ini akan memungkinkan pesawat antariksa otonom merespons situasi tak terduga secara real time.
Prosesor ini menggunakan arsitektur system-on-a-chip (SoC), yaitu desain yang menggabungkan berbagai komponen utama komputer ke dalam satu perangkat ringkas seukuran telapak tangan.
Di dalamnya terdapat unit pemrosesan pusat, unit komputasi, sistem jaringan, memori, dan antarmuka input/output.
Teknologi SoC sebenarnya umum digunakan pada smartphone dan tablet karena efisiensinya. Namun, versi yang dikembangkan JPL dirancang khusus agar dapat beroperasi selama bertahun-tahun di luar angkasa, bahkan ketika berada jutaan hingga miliaran mil dari Bumi.
Setelah memperoleh sertifikasi untuk penerbangan antariksa, NASA berencana menerapkan prosesor ini pada berbagai misi, termasuk satelit pengorbit Bumi, rover penjelajah planet, habitat berawak, dan wahana eksplorasi ruang angkasa jauh. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
OpenAI Berencana Hadirkan Smartphone Berbasis Kecerdasan BuatanBERITA TERPOPULER






BERITA TERPOPULER
























