OpenAI Berencana Hadirkan Smartphone Berbasis Kecerdasan Buatan

Ilustrasi ChatGPT Atlas dan OpenAI. (Foto: Dado Ruvic/Reuters)
Jakarta, MISTAR.ID
Rencana OpenAI untuk menghadirkan smartphone berbasis kecerdasan buatan tampaknya semakin matang. Analis Ming-Chi Kuo, yang dikenal sering akurat dalam memprediksi produk Apple, membagikan bocoran terbaru mengenai perangkat tersebut, mulai dari jadwal produksi hingga spesifikasi yang diperkirakan akan digunakan.
Menurut Kuo, Senin (18/5/2026), ponsel AI buatan OpenAI berpotensi memasuki tahap produksi massal pada paruh pertama 2027. Jadwal ini lebih cepat dibanding perkiraan sebelumnya yang menyebut tahun 2028. Ia menilai percepatan tersebut dipicu oleh meningkatnya tren AI phone di industri teknologi serta kemungkinan OpenAI melantai di bursa melalui penawaran saham perdana (IPO) dalam waktu dekat.
Jika pengembangannya berjalan sesuai rencana, Kuo memperkirakan distribusi perangkat ini dapat mencapai sekitar 30 juta unit sepanjang 2027 hingga 2028. Jumlah tersebut disebut sebanding dengan penjualan tahunan lini flagship seperti Samsung Galaxy S25 pada tahun pertamanya di pasar.
Berbeda dari smartphone pada umumnya, perangkat OpenAI disebut dirancang dengan AI sebagai fondasi utama pengalaman pengguna, bukan sekadar fitur pelengkap.
Konsep yang diusung adalah “agentic AI”, yaitu sistem kecerdasan buatan yang mampu menjalankan berbagai tugas secara otomatis tanpa pengguna harus membuka aplikasi satu per satu. Pengguna cukup memberikan instruksi, lalu AI akan mengeksekusinya.
Bocoran Spesifikasi
Dari sisi performa, Kuo menyebut OpenAI kemungkinan akan menggunakan chipset dari MediaTek, menggantikan Qualcomm yang sebelumnya sempat disebut sebagai kandidat.
Chip yang diperkirakan digunakan adalah versi kustom dari MediaTek Dimensity 9600, prosesor flagship yang disebut-sebut meluncur pada kuartal ketiga tahun ini dengan proses fabrikasi N2P generasi terbaru dari TSMC.
Perangkat ini juga dikabarkan akan dibekali arsitektur dual-NPU untuk meningkatkan pemrosesan AI, RAM LPDDR6, media penyimpanan UFS 5.0, serta fitur keamanan seperti pKVM dan inline hashing.
Kemampuan kamera pun disebut menjadi salah satu fokus utama. ISP pada chipset tersebut kabarnya dilengkapi fitur HDR khusus yang memungkinkan kamera tidak hanya menangkap gambar, tetapi juga membantu AI memahami lingkungan sekitar pengguna secara real time.
Meski begitu, hingga saat ini OpenAI belum memberikan konfirmasi resmi mengenai keberadaan maupun pengembangan smartphone tersebut. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Xiaomi Prediksi Harga Ponsel Unggulan Tembus Rp25 Juta






















