Hadir di Indonesia, Iklan ChatGPT Sasar Pengguna Gratis dan Paket Go

Ilustrasi, Tampilan ChatGPT di laptop dan ponsel yang menjawab pertanyaan liburan ke Bali, lalu di bawahnya muncul kotak terpisah berlabel Iklan / Sponsored - sesuai pernyataan OpenAI bahwa iklan terpisah dari jawaban dan tidak memengaruhi jawaban AI. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)
Jakarta, MISTAR.ID (25/9/2026) – OpenAI mulai menampilkan iklan di ChatGPT di lebih dari 60 negara, termasuk Indonesia. Iklan tidak hanya menyasar pengguna gratis, tetapi juga pengguna paket Go yang merupakan langganan termurah.
Langkah ini diambil untuk menjaga keberlanjutan layanan gratis dan terjangkau agar tetap menguntungkan, sehingga dapat terus diakses berbagai kalangan.
Mengutip situs resmi OpenAI, ChatGPT Ads diluncurkan di Asia Tenggara, meliputi Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, serta Taiwan, setelah sebelumnya hadir di Asia Pasifik dan wilayah lain.
Iklan akan muncul saat pengguna menyampaikan kebutuhan dalam percakapan, misalnya ketika merencanakan perjalanan, memilih perangkat lunak untuk bisnis, atau mendekorasi rumah. Pada momen tersebut, sistem akan menyisipkan iklan produk atau layanan yang relevan sebagai salah satu pilihan.
"Iklan pada percakapan nantinya akan diberi label iklan serta terpisah dari jawaban ChatGPT, dan iklan tidak memengaruhi jawaban yang diberikan ChatGPT," tulis OpenAI.
Iklan hanya ditampilkan kepada pengguna paket Free dan Go. Sementara pengguna paket Plus, Pro, dan Enterprise tetap bebas iklan.
OpenAI mengklaim akan menjaga kerahasiaan percakapan pengguna dari pengiklan dan tidak akan menjual data pelanggan.
Calon pengiklan dapat mengakses ChatGPT Ads melalui tim OpenAI Ads Solutions atau mitra teknologi dan agensi, seperti dentsu, Havas Media, Omnicom Media, Publicis Groupe, dan WPP. Akses mandiri ke Ads Manager juga tersedia bagi bisnis yang memenuhi syarat.
Executive Director Brand and Growth Marketing Shopee, Peggy Zhu, menyambut baik perluasan layanan tersebut dan mengaku puas berkolaborasi dengan OpenAI dalam meningkatkan pengalaman e-commerce.
"Kami akan terus memperluas akses ke AI yang membantu pembeli menemukan apa yang mereka butuhkan dan memungkinkan penjual untuk menjangkau dan melayani pelanggan dengan lebih efektif," katanya.
OpenAI menyebut puluhan ribu pengiklan telah beriklan di ChatGPT yang menjangkau pengguna di berbagai negara. Pada akhir Agustus, dalam waktu kurang dari 200 hari setelah diluncurkan, ChatGPT Ads telah membukukan pendapatan 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp17,9 triliun.
Dalam beberapa bulan ke depan, jangkauan ChatGPT Ads akan terus diperluas dengan peningkatan format baru dan alat optimasi. (CNN/hm02)










































