Friday, September 4, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Google Segera Meluncurkan Fitur untuk Kurangi Mabuk Perjalanan

Mistar.idJumat, 4 September 2026 pukul 15.14 WIB
google_segera_meluncurkan_fitur_untuk_kurangi_mabuk_perjalanan

Motion Assist milik Google. (5to9Google)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Google segera meluncurkan fitur Motion Assist yang diklaim dapat membantu mengurangi mabuk perjalanan.

Motion Assist dirancang untuk membantu pengguna yang mudah merasa mual saat menggunakan ponsel sebagai penumpang di dalam kendaraan yang sedang bergerak.

Dalam blognya, Google menjelaskan fitur tersebut bekerja dengan menampilkan titik-titik berbentuk gelembung di tepi layar. Titik-titik itu akan bergerak mengikuti arah kendaraan dengan memanfaatkan sensor gerak pada ponsel.

Gelembung tersebut akan menyesuaikan pergerakan kendaraan saat berbelok, berakselerasi, maupun mengerem secara real-time.

Fitur ini membantu mengurangi ketidaksesuaian antara apa yang dilihat pengguna di layar dan gerakan yang dirasakan tubuh. Dengan demikian, penggunaan ponsel selama perjalanan diharapkan menjadi lebih nyaman.

Pengguna dapat mengatur Motion Assist agar aktif secara otomatis atau menambahkannya ke Quick Settings. Bentuk, warna, dan tingkat transparansi gelembung yang ditampilkan juga dapat disesuaikan.

Google menyebut fitur tersebut akan tersedia bagi pengguna Android 17 atau versi yang lebih baru.

Untuk menggunakan Motion Assist, pengguna dapat terlebih dahulu menemukannya melalui menu pengaturan dengan langkah berikut:

  1. Buka aplikasi Pengaturan di perangkat
  2. Ketuk profil, kemudian pilih Semua layanan
  3. Pada menu "Keamanan pribadi & perangkat", pilih Motion Assist atau Bantuan Gerakan

Dikutip dari TechCrunch, Jumat (4/9/2026), konsep tersebut sebenarnya bukan hal baru. Apple telah lebih dahulu memperkenalkan fitur "Vehicle Motion Cues" pada 2024 yang juga menggunakan titik-titik animasi bergerak di tepi layar.

Kenapa Main HP di Mobil Bisa Membuat Mual?

Menggulir media sosial atau mengetik di dalam kendaraan dapat menyebabkan pusing dan mual atau motion sickness. Para ahli menjelaskan kondisi tersebut terjadi akibat terganggunya mekanisme keseimbangan tubuh.

Mabuk perjalanan muncul ketika otak menerima sinyal mengenai gerakan dari telinga, mata, otot, dan persendian.

"Ketika ada ketidakselarasan antara apa yang dikatakan telinga bagian dalam kita, apa yang dilihat mata kita, dan bagaimana kita bergerak, otak kita mungkin tidak tahu bagaimana memprosesnya," kata ahli saraf Neil Cherian.

Motion sickness merupakan respons tubuh terhadap informasi sensorik yang saling bertentangan. Misalnya, mata berfokus pada layar ponsel, sementara bagian tubuh lain merasakan pergerakan kendaraan.

Kondisi tersebut dapat diatasi dengan menyelaraskan informasi yang diterima oleh pendengaran, penglihatan, dan bagian tubuh lainnya. (Tech Crunch)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN