Dinosaurus Berleher Panjang dengan Anatomi Unik Ditemukan di Argentina

Ruas tulang belakang Bicharracosaurus yang telah dipreparasi di Museo Paleontológico Egidio Feruglio di Argentina. (foto: CC BY-SA/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Para peneliti mengungkap penemuan spesies baru dinosaurus sauropoda berukuran raksasa di wilayah Patagonia, Argentina. Dinosaurus berleher panjang ini menarik perhatian karena memiliki karakteristik anatomi yang tidak lazim, seolah menggabungkan ciri dari dua kelompok dinosaurus yang selama ini ditemukan di benua berbeda.
Spesies tersebut diberi nama Bicharracosaurus dionidei. Nama genusnya berasal dari kata Spanyol bicharraco yang merujuk pada hewan berukuran besar, sedangkan nama spesiesnya diberikan untuk menghormati Dionide Mesa, penggembala yang pertama kali menemukan fosil tersebut di sebuah peternakan.
Tim peneliti berhasil mengevakuasi lebih dari 30 ruas tulang belakang yang berasal dari bagian leher, punggung, dan ekor. Selain itu, mereka juga menemukan sejumlah tulang rusuk serta fragmen tulang panggul.
Analisis menunjukkan fosil tersebut berasal dari dinosaurus dewasa yang hidup sekitar 155 juta tahun lalu, ketika wilayah selatan Bumi masih tergabung dalam superkontinen Gondwana.
Keunikan utama Bicharracosaurus terletak pada susunan kerangkanya. Beberapa bagian tubuhnya memiliki kemiripan dengan Giraffatitan, dinosaurus brachiosaurid yang ditemukan di Tanzania, Afrika. Namun, struktur tulang belakang bagian punggungnya justru menyerupai Diplodocus dan kerabatnya yang berasal dari Amerika Utara.
“Analisis filogenetik kami menunjukkan bahwa Bicharracosaurus dionidei memiliki hubungan kekerabatan dengan kelompok Brachiosauridae. Temuan ini menjadikannya anggota Brachiosauridae pertama dari periode Jura yang ditemukan di Amerika Selatan,” kata Alexandra Reutter, mahasiswa doktoral Ludwig-Maximilians-Universität München, dikutip dari ScienceDaily, Rabu (24/6/2026).
Selama ini, pemahaman ilmuwan mengenai evolusi sauropoda raksasa akhir Jura sebagian besar berasal dari temuan di belahan bumi utara. Di wilayah selatan, catatan fosil yang signifikan sebelumnya hanya berasal dari Tanzania.
Karena itu, penemuan fosil di Formasi Cañadón Calcáreo, Provinsi Chubut, Argentina, dinilai sangat penting untuk melengkapi gambaran evolusi dinosaurus berleher panjang di Gondwana.
“Fosil ini memberikan bahan perbandingan yang sangat berharga dan membantu kami meninjau kembali sejarah evolusi kelompok hewan tersebut, terutama di belahan bumi selatan,” ujar pemimpin penelitian, Oliver Rauhut.
Saat ini, fosil Bicharracosaurus dionidei disimpan di Museo Paleontológico Egidio Feruglio, Trelew, Argentina, untuk mendukung penelitian lanjutan.
PREVIOUS ARTICLE
Ilmuwan Temukan Spesies Hiu Baru yang Mampu "Berjalan" di Terumbu Karang Papua Nugini




















